<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169</id><updated>2011-04-22T04:23:39.556+07:00</updated><category term='Mata Hati'/><category term='Pencerahan Hati'/><category term='Diary'/><category term='Kisah Ku'/><category term='Cerpen'/><category term='Politik'/><category term='Sastra'/><title type='text'>Zulfahmi Abdillah</title><subtitle type='html'>Aku ingin hidupku berwarna...
Ada semangat, tekad dan impian disana...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-6585293156768743701</id><published>2009-04-15T14:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T14:56:36.371+07:00</updated><title type='text'>Ada Apa Ini???</title><content type='html'>Duuh... lemotnya aku... Tak ada ide yang muncul... Sepertinya harus cari suasana baru nih.....&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-6585293156768743701?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6585293156768743701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6585293156768743701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2009/04/ada-apa-ini.html' title='Ada Apa Ini???'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-862281013049813241</id><published>2009-03-21T10:26:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T10:29:09.537+07:00</updated><title type='text'>Dalam Proses Editing</title><content type='html'>Udah lama nih blognya gak update... Untuk memberikan suasana yang berbeda pada blog ini, saat ini sedang ada proses perbaikan... Mohon doanya ya...&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahmi Azzam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-862281013049813241?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/862281013049813241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/862281013049813241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2009/03/dalam-proses-editing.html' title='Dalam Proses Editing'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4248327285232800278</id><published>2009-01-05T21:09:00.002+07:00</published><updated>2009-01-05T21:12:44.650+07:00</updated><title type='text'>Sepucuk Surat Untukmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalam alaikum, Asy syahid, apa kabarmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ada banyak Tanya tentang surat tak bernama ini. Siapapun dirimu,, ku katakana padamu, kita memang belum sempat bertemu. Mungkin bukan waktu yang tepat untuk ber-ta’aruf, meski dengan ini kuharap dapat segera ku akhiri galau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah saudaramu. Disebabkan olehmu, maka telah sampai surat ini di tanganmu. Hari ini, setelah sekian lama menderaskan doa dan harap buatmu dari sini, sesuatu terus saja mengejekku sinis. Begitu, mengganggu ritme dan rutinitas, mencabik kemeja dan baju tidur, memecahkan piring-piring makan, menguncang ranjang dan dinding-dinding kamar, serta menghempaskan setiap yang aku genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kukenal dirimu dari layar kaca dan lembaran-lembaran media cetak, tiba-tiba ada yang tak biasa dalam diriku. Ah, ada sesuatu di antara kita. Ini tentang suratan yang telah melemparkan kita pada dimensi yang jauh berbeda. Suatu kehendak di luar nalar yang berhikmah entah: takdir namanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis nasib yang menempamu menjadi menanggung itu, telah menjadikanku merasa sangat bermakna di mata-Nya. Lalu dengan itu, kita jalani masing-masing bagian dengan ikhlas.&lt;br /&gt;Asy Syahid ,Masih dengan rasa cemburu yang memenuhi dada, ku tanyakan ini padamu, “Masihkah debu dan mesiu selimuti hari-hari itu? Tetapkah aroma syahid dan kelebat wangi jannah wahai segenap penjuru tanah suci? Lalu mujahid-mujahid kecil itu? Ada dimana mereka di saat-saat seperti ini? Masihkah sang bunda bisa memeluknya di malam yang dingin?” Ah, terlalu banyak kukira yang ingin kutahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sungguh… membayangkan mereka berlarian dengan ketapel dan batu di tangan. Serta bom yang melilit di badan, sambil kau kepalkan tangan dan berseru, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Khaibar-khaibar Ya Yahuud… Allahu Akbar!!! &lt;/span&gt;Itu membuatku gemetar dan menjadikan keberadaanku bertambah kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa, siangmu adalah gerbang surga yang tinggal kau jangkau. Dan malammu adalah saat-saat berpamitan denganNya, itu belum kutemukan di sini. Sebab hari-hariku semenjak dulu dijejali dengan ribuan kemunafikan demi banyaknya ketidakjelasan. Setiap sudut mengepung segala kenikmatan dunia yang semu. Lalu menyeret jiwa dan pikiran pada lilitan kelam yang tak mudah ditebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku akui, tidak banyak aroma surga di sini. Hari berlau cepat dan malam terlalu lama. Gerbang dan pintu surga tidak sebanyak di tempatmu lalui hidup. Sekali lagi kusampaikan rasa iriku padamu, tang terlahir dari leluhur mulia. Beruntunglah bahwa engkau pernah menjadi sejarah dari tanah itu. Bergembiralah bahwa masih ada banyak yang ingin gantikan peranmu. Dan bersyukurlah… Sebab, saat perjumpaan denganNya segera tiba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asy syahid…&lt;/span&gt; Kalau telah sampai surat ini di tanganmu, itu berarti aku sudah tak tahan lagi. Berhijrah untuk menjengukmu sambil berhasrat menemui takdir lain yang selalu kudamba. Bertemu denganmu, kuharap ada sesuatu yang bisa teraih. Dan bersamamu, semoga rasa cemburuku yang ada akan bisa lebih bermakna. Begitulah! Senang telah sampaikan ini padamu. Dan nantikanlah aku. Semoga kelak kita bisa dipertemukan dalam kemuliaan serta keagungan namaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalamu alaikum…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4248327285232800278?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4248327285232800278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2009/01/sepucuk-surat-untukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4248327285232800278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4248327285232800278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2009/01/sepucuk-surat-untukmu.html' title='Sepucuk Surat Untukmu'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-3254752313073077565</id><published>2009-01-05T21:08:00.001+07:00</published><updated>2009-01-05T21:09:23.184+07:00</updated><title type='text'>Dzikir Batu</title><content type='html'>Belum berakhir&lt;br /&gt;Meski telah hitam warna angin dan matahari&lt;br /&gt;Dan tubuh para martir lantak terkoyak&lt;br /&gt;Aku siap dilemparkan lagi&lt;br /&gt;Belasan luka memar, darah yang mengalir dari hidung, dan kepala serdadu kafir&lt;br /&gt;Serta sebuah mata yang menjadi buta&lt;br /&gt;Perjalanan ini makin menggelorakan&lt;br /&gt;Menanti giliran dilemparkan, lalu kembali pada tangan yang mungil para pemberani&lt;br /&gt;Untuk sekali lagi dilentingkan dari ketapel kayu&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah sebuah batu&lt;br /&gt;Yang terlahir tegar dari tonggak bumi&lt;br /&gt;Telah hidup untuk menjadi saksi&lt;br /&gt;Melintas sejarah para pemegang risalah, hingga tiba satu episode lain&lt;br /&gt;Saat tanah ini makin merana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah batu dengan sebuah mimpi&lt;br /&gt;Setia di peran , sabar menunggu di sini&lt;br /&gt;Menemani kepalan tangan para jundi kecil yang melintas teriknya siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanah yang diberkati&lt;br /&gt;Rindu dendam menggumpal menjemput asa sejati&lt;br /&gt;Kembali lebur bersama para assyahid Palestina&lt;br /&gt;Bahagia menuju janjiNya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-3254752313073077565?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/3254752313073077565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2009/01/dzikir-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/3254752313073077565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/3254752313073077565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2009/01/dzikir-batu.html' title='Dzikir Batu'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-6516510379056230923</id><published>2008-12-20T21:42:00.003+07:00</published><updated>2008-12-20T21:45:10.773+07:00</updated><title type='text'>Menulis Itu Sulit</title><content type='html'>*Evaluasi Tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa penghujung tahun 2008 sudah di depan mata. Itu artinya sudah hampir 7 bulan saya mengelola blog ini sejak bulan  Mei kemarin. Saya buka satu-persatu goresan-goresan tulisan yang sudah diposting selama ini. Alhamdulillah, cukup rajin juga rupanya saya menulis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum ketika melihat postingan saya yang pertama kali yang diberi judul “Aku Mulai Hari Ini” yang berisikan permulaanku menulis melalui media blog. Diawali dengan kebiasaanku berkata-kata sendiri, menganalisa sendiri setiap yang menarik. Sampai terpikir kenapa setiap pikiranku ditulis supaya lebih apik. Sampai akhirnya tercetuslah untuk memiliki akun blog. “Menebar Manfaat” adalah tema blog ini. Sebuah usaha agar blog ini dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau direnungi, ternyata menulis itu sulit. Bahkan sangat sulit. Menulis itu sangatlah sulit kalau tidak pernah dimulai. Sesuatu hal yang mudah akan dicapai setelah melalui berbagai kesulitan. Tidak ada kata kedua sebelum ada kata pertama, tidak ada kalimat kedua sebelum ada kalimat pertama, dan tidak ada alinea kedua sebelum alinea pertama. Dengan demikian, berani memulai akan menentukan langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;Teman saya pernah berujar, “Menulis tumbuh bukan karena adanya bakat, seseorang yang tidak berbakat sekalipun tetapi kalau punya keberanian untuk memulai maka bisa menjadi penulis”&lt;br /&gt;Wah… itu kan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tulisan-tulisan yang saya muat masih jauh dari kata sempurna dalam artian masih sangat sederhana. Akan tetapi, itu adalah tonggak awal perbaikan untuk selanjutnya. Karena kalau tidak sekarang lantas kapan lagi kita akan memulai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-6516510379056230923?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/6516510379056230923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/tak-terasa-penghujung-tahun-2008-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6516510379056230923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6516510379056230923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/tak-terasa-penghujung-tahun-2008-sudah.html' title='Menulis Itu Sulit'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4894338915256320215</id><published>2008-12-20T21:37:00.003+07:00</published><updated>2008-12-20T21:42:12.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>KERINDUAN</title><content type='html'>Jiwa ini sedang dirundung rindu&lt;br /&gt;Tuk hadirkan satu hati bersamamu&lt;br /&gt;Sahabat… Mari kita bangun kembali&lt;br /&gt;Segalanya di sini&lt;br /&gt;        Datanglah bersama iman di jiwa&lt;br /&gt;        Hadirmu semoga membawa cahaya&lt;br /&gt;        Di dalam ukhuwah kita&lt;br /&gt;        Yang kan kita jalin bersama… Semoga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hey!!! Menyanyi saja kerjanya!.”&lt;br /&gt;Hentakan Fahrul membuatku berhenti menyanyi. “Eh kamu Rul! Dari mana saja kamu? Kenapa tidak pulang tadi malam?”.&lt;br /&gt;“Ah biasa, menjangkau yang tak pasti”. Ucapnya yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahrul adalah teman satu kost ku yang super sibuk. Entah apa saja yang dikerjakannya. Sehingga membuatnya lebih sering menginap di tempat temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu ba’da sholat shubuh dan membolak-balik buku catatan ku yang sudah mulai usang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Tanpa tersadar aku menyanyikan bait lagu al-maydani yang sangat menggambarkan kerinduanku selama ini dengan seorang teman yang selama ini banyak membantuku.&lt;br /&gt;Tempatku berkeluh kesah dan canda tawa. Sebagai seorang sahabat aku takkan pernah melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azizah namanya. Mahasiswi semester 5 di sebuah universitas negeri di medan. Perawakannya kecil, berwajah ayu, mungkin karena rajinnya dia beribadah, Murah senyum sehingga membuat banyak lelaki di kampus yang menyukainya. Apalagi dengan lesung pipitnya yang hanya di pipi kanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;--o0o--&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Azzam, pulang kuliah kita ke rumahku yuk?” Ajak Zizah kepadaku. “Ada rencana apa nih di rumah?” Ku balik tanya. “Sudah pokoknya kamu ikut aku saja”. Pintanya dengan sedikit memaksa. “Baiklah kalau begitu! Tapi ntar ongkosin aku ya?”&lt;br /&gt;Kalau urusan itu kamu terima beres ajalah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah terakhir pun usai. Kulirik jam di hp menunjukkan pukul 14 lebih 15 menit. Waktu yang menantang aku untuk makan siang. Rasanya telah terjadi unjuk rasa di dalam perutku. “Hmm dimana aku makan siang ini ya?”. Hatiku bergumam. Kurogoh kantongku, hanya ada selembar uang Rp. 10.000. Wah… cukuplah makan dengan lauk ikan ditemani teh manis dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari ruangan kuliah Azizah menghampiriku. “Gimana berangkat kita sekarang?”. Aku baru teringat kalau aku sudah janji untuk main ke rumah Zizah sepulang kuliah. “Astaghfirullah… Aku hampir lupa!”.&lt;br /&gt;“Aku tahu pasti kamu belum makan kan? Kamu kan kalau belum makan pasti penyakit lupa selalu muncul”. Ledeknya kepadaku.&lt;br /&gt;“Sudah ayo berangkat!” Ajaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan aku masih berfikir ada apa dengan Azizah. Tidak biasanya dia mengajakku ke rumahnya selain untuk diskusi. Tetapi tadi ketika aku Tanya dia merahasiakannya. Oh… acara makan saja mungkin. Terawangan sederhana ini mungkin ada benarnya karena kalau tidak diskusi biasanya diisi dengan acara makan-makan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermacam pikiran yang ada dalam benakku. Kulihat Zizah hanya diam. Matanya asyik berlayar melihat segala hal yang kami lalui. Sesekali terlihat melamun. Aku sendiri tidak berani mengajaknya mengobrol. Sudah menjadi kebiasaannya kalau tidak ada hal yang penting dibicarakan, Azizah lebih memilih diam. Mungkin dia sangat memahami dan mengamalkan hadist Nabi “Berkatalah yang baik atau lebih baik diam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai di rumahnya. Perjalanan yang membosankan ditambah udara yang panas membuat peluhku bercucuran. Kulihat tidak ada yang berbeda sejak terakhir kali aku ke rumahnya seminggu yang lalu. Dipersilahkannya aku masuk dan akupun duduk di kursi sofa yang cukup empuk. Adiknya sedang makan seraya Zizah mengajakku makan siang.&lt;br /&gt;Selepas makan, diajaknya aku ke taman di belakang rumahnya. Suasana yang sangat nyaman kupikir. Udaranya yang sejuk. Sengatan matahari terhalang dedaunan pohon yang ditanam dan berdiri dengan kokohnya. Semilir angin sepoi-sepoi menambah ketentraman hati di siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Azzam… Ada yang ingin kusampaikan kepadamu. Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk menyampaikan isi hatiku kepadamu”.&lt;br /&gt;Jreng…Jreng… Seperti di film-film saja pikirku.&lt;br /&gt;“Apa gerangan itu sahabatku?” Tanyaku seperti sedang main film.&lt;br /&gt;“Azzam, kamu adalah sahabat yang paling dekat denganku selama ini. Aku sudah mempercayaimu walaupun banyak sisi burukmu yang aku dapati. Tetapi itulah hidup, harus selalu ada warna-warni”.&lt;br /&gt;“Kamu ingat hari ini adalah hari ulang tahunku?” Tanyanya&lt;br /&gt;“Astaghfirullah… hari ini kan tanggal 22 September. Wah sudah 21 tahun umur dirimu sekarang”.&lt;br /&gt;Aku benar-benar lupa kalau sobat karibku berulang tahun hari ini. Aku malu jadinya.&lt;br /&gt;“Tapi itu tidak penting Azzam. Ada hal yang lebih penting dari sebatas ulang tahun”.&lt;br /&gt;Hatiku semakin berdebar akan kelanjutan omongannya. Wajahnya yang serius membuatku semakin bertanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Azzam, cinta susah ditebak ya? Terkadang dia muncul dengan sendirinya, terkadang juga dia akan pergi begitu saja tanpa sebab yang pasti”.&lt;br /&gt;Waduh ada apa lagi nih. Pikiranku semakin kacau tidak karuan. Apa Azizah sedang jatuh cinta? Tapi dengan siapa Ya? Setahuku dia tidak begitu deat dengan laki-laki. Atau ini hanya bahan diskusi. Ah… semuanya akan terjawab kalau Azizah menyelesaikan pembicaraannya.&lt;br /&gt;“Azzam… kamu tahu siapa pria itu yang membuatku jatuh cinta?”&lt;br /&gt;“Siapa?”. Tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;“Dia adalah kamu Azzam!” Ucapnya jelas.&lt;br /&gt;Duarrrr!!! Seperti petir di siang bolong. Pernyataannya membuatku terkejut setengah mati. Tidak kuduga keluar dari bibirnya kata-kata cinta. Wanita yang kuanggap tertutup dengan cinta, tetapi justru aku dengar sekarang. Wah… apa maksudnya nih!!!&lt;br /&gt;“Aku ingin kelak kamu tetap di sampingku. Aku ingin kamu menjadi suamiku walau tidak dalam waktu dekat ini”.&lt;br /&gt;“Azzam… kamu bersedia kan?” Pertanyaannya menyadarkan aku dari lamunan.&lt;br /&gt;“Aku sudah mendapat izin dari orang tuaku.”.&lt;br /&gt;“Kamu ini kenapa Zizah? Mengapa kamu mengeluarkan kata-kata ini?”. Tanyaku sedikit bingung.&lt;br /&gt;“Azzam… Aku serius. Semua ini karena kamu yang telah mengajarkan ku”.&lt;br /&gt;Aku benar-benar tak sadar dengan hal ini. Ternyata ada benih cinta yang tersemai selama pertemanan kami. Wallahu a’alam.&lt;br /&gt;“Ya udah… aku akan beri kamu waktu sampai kamu benar-benar siap dengan jawabanmu…Ok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;--o0o--&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya kulalui hanya memikirkan pertanyaan Azizah. Kebingungan menggelayutiku. Bingung harus berbuat apa. Tak berani aku menghubungi Azizah. Khawatir kalau Azizah menuntut jawabanku. Aku masih berpikir. Mengapa Azizah menyampaikan hal itu kepadaku. Tampang pas-pasan, belum punya pekerjaan tetap, apalagi soal cinta, aku paling tak paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kuputuskan untuk menghubungi orang tuaku. Mereka terkejut mendengar ceritaku. Namun, mereka hanya berpesan. “Nak, walau ibu belum tahu bagaimana dia, ibu harap dia yang terbaik buat dirimu. Ibu mengizinkan kamu untuk menikah. Tapi jangan salah langkah, itu bias fatal akibatnya. Semua keputusan kami serahkan kepadamu”. Hatiku sedikit tenang mendengar nasihat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga minggu berlalu, selama itu pula aku tidak melihat Azizah di kampus. Sampai aku mendengar sebuah kabar yang sangat mengejutkanku. Azizah meninggal dunia.&lt;br /&gt;“Innalillahi Wa Inna ilaihi roji’un”. Hatiku luluh dan bergegas melangkahkan kaki ke rumahnya.&lt;br /&gt;Bunga duka cita berjejer, bendera merah berkibar, pelayat begitu ramai mendatangi rumahnya. Ku datangi ibu dan Ayah Azizah. Kesedihan mewarnai, Air mataku jatuh. Belum sempat aku menjawab permintaannya, Azizah terlebih dahulu dipanggil Sang Khalik. Ibunya bercerita kalau sejak terakhir aku main ke rumahnya, penyakit kanker otaknya kambuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… alangkah payahnya diriku. Mengapa aku tidak pernah menghubungi Azizah sejak aku bertemu dengannnya. Sungguh penyesalan yang takkan pernah terbayar. Azizah tidak pernah cerita kalau dia mengidap penyakit mematikan itu. Di balik keceriaanya ternyata dia menyimpan penyakit yang kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, ini ada titipan dari Azizah buatmu, dia memberikannya satu jam sebelum dia menghembuskan nafasnya yang teakhir”. Kulihat ibu tangisannya semakin menjadi.&lt;br /&gt;Selepas fardhu kifayah, aku pulang ke kost dengan hati mendung seperti kondisi kota Medan yang selalui diwarnai hujan. Jalanku gontai. Penyesalan yang tiada henti. Di kamar aku buka titipan dari Azizah dengan ucapan bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azzamku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laa Tahzan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan bersedih atas kepergianku karena ini sudah menjadi rahasia Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan bersedih karena engkau tiada berada di sampingku saat aku dipanggil Alah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan bersedih karena engkau belum sempat menjawab permintaanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan bersedih karena aku tidak pernah cerita tentang penyakitku ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan bersedih Azzamku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azzamku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu masih ingat saat kita pertama kali bertemu di depan fakultas? Saat itu kamu meminjam penaku? Dasar kamu tak bermodal. Kamu tahu sejak saat itu aku tertarik padamu. Kata-katamu yang halus dan senyumanmu membuat aku teringat selalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azzzamku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kini aku terlebih dahulu pergi, aku harap engkau tidak berubah sedikitpun selepas kepergianku. Azzamku adalah Azzam yang pernah kukenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azzamku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga kita bertemu di surga kelak… Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabatmu… &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Azizah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kembali menetes air mataku. Cintaku kini telah pergi. Entah sampai kapan aku menemukan sosok sepertinya lagi. “Ya… Allah terimalah dirinya di sisi Engkau yang mulia, ampunilah dosa-dosanya, perhitungkanlah segala amalan-amalannya. Ya Allah, pertemukannlah aku dengan dirinya di akhirat kelak. Amin”.&lt;br /&gt;Selamat jalan cinta pertamaku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4894338915256320215?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4894338915256320215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/jiwa-ini-sedang-dirundung-rindu-tuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4894338915256320215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4894338915256320215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/jiwa-ini-sedang-dirundung-rindu-tuk.html' title='KERINDUAN'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-1203913570150346321</id><published>2008-12-17T21:03:00.004+07:00</published><updated>2008-12-20T20:02:47.990+07:00</updated><title type='text'>Sudah Takdir Bush</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah beberapa hari ini "lelucon" pelemparan sepatu terhadap Presiden Negara adidaya yang "katanya" paling kuat,masih hangat dibicarakan. Presiden Amerika Serikat George Walker Bush mendapat hadiah lemparan sepatu oleh seorang wartawan media lokal di Baghdad Irak pada minggu, 14/12. Kunjungan yang diniati sebagai ajang perpisahan dengan warga Irak sebelum ia Lengser meninggalkan Gedung Putih diganti oleh Obama ini justru ditanggapi sinis oleh warga Irak. Puncak kesinisan itu berujung insiden memalukan yang pastinya tak akan terlupa oleh Bush sendiri dan seluruh masyarakat dunia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Ibarat seorang gadis, Bush sontak merona mukanya begitu sepatu itu melayang tertuju ke dirinya. Dalam hati saya, Bush persis laiknya seorang Perawan yang pertama kali dicium oleh sang pacar, begitu merah mukanya, karena malu sehingga bersiap untuk melepas peluru amarah. Barangkali itu perumpamaan saya untuk menggambarkan sang presiden yang saat kejadian didampingi oleh perdana menteri Irak Nouri Al-Maliki. Wah, sebuah pemandangan yang tak jemu-jemu ditangkap oleh kamera serta jepretan foto para wartawan. Andai saya seorang wartawan yang saat itu hadir, tentu tak akan melepaskan momen yang super bersejarah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, berita ini tentu akan menjadi news terheboh dan memalukan di abad ini. Saya juga yakin ketika saya menulis postingan ini, sudah (akan) ada ribuan postingan dengan tema yang sama yang mengulas insiden memalukan ini, dengan berbagai bahasa tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini memang menjadi berita yang menggelikan bagi saya dan anda yang menyaksikan potongan rekaman media yang menampakkan bagaimana Bush begitu merona (bahkan siap marah) mukanya ketika sepasang sepatu melayang ke mukanya. Dua program berita pagi di stasiun tv yang saya lihat pagi ini: Liputan6 SCTV dan Kabar Pagi TV One, mereka sama-sama memberitakan insiden itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun merujuk tradisi di negeri Irak, pelemparan sepatu berarti sebuah PENGHINAAN. Nah, jika demikian, maka bisa ditafsirkan sementara bahwa Bush memang DIHINA oleh warga Negara Irak. Oleh seluruh warga irak, Ya. Meski yang melemparnya itu adalah seorang wartawan. Namun inilah nasionalisme irak yang terserak dan bersorak, atas ekspresi ‘kemenangan dan kesuksesan’ Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Angkuh benar kau Bush”, teriak warga Irak, kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi yang lain, saya kira, menarik juga mengulas sang pelaku pelemparan. Tentu, kita menilai ketika sang wartawan melayangkan sepatunya untuk menghajar muka bush, ekspresi yang diluapkannya adalah bukan semata-mata ekspresi dari dirinya sendiri. Namun, ia ingin menampakkan wajah ribuan warga Irak lainnya yang juga merasakan hal yang sama. Ruh kewartawanannya hilang untuk sementara, tergantikan oleh heroisme dan spirit warga Irak yang terdzolimi oleh Negara Adidaya ini. Tak pelak, sepasang sepatu tak jadi soal untuk sekadar melampiaskan ekspresi kemarahan warga Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush... Bush... Takdirmu untuk hidup terhina!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-1203913570150346321?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/1203913570150346321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/sudah-takdir-bush.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1203913570150346321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1203913570150346321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/sudah-takdir-bush.html' title='Sudah Takdir Bush'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-909150598376923931</id><published>2008-12-17T20:21:00.002+07:00</published><updated>2008-12-17T20:24:18.333+07:00</updated><title type='text'>Jenderal  Nagabonar Saja...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan Bandara Internasional di Kualanamu di Deli Serdang saat ini masih jauh panggang dari api. Pelaksanaannya pembangunannya masih beberapa persen saja pasca setahun peletakan batu pertamanya oleh Wapres Jusuf Kalla. Sampai-sampai Wapres ketika kunjungan kerjanya kemarin terheran-heran, “Kok pembangunannya baru sampai di sini?”.&lt;br /&gt;Namun pembicaraan yang hangat saat ini, Bandara pengganti Bandara Internasional Polonia itu bukanlah pada proses percepatan pembangunannya, akan tetapi tentang nama yang cocok untuk bandara tersebut.&lt;br /&gt;Ketika pembahasan R-APBD 2009 di DPRD Sumatera Utara pada tanggal 20 November kemarin, di akhir pandangan tiap fraksi sempat-sempatnya mengusulkan nama yang cocok untuk bandara tersebut. FPDIP dan FPDS mengusulkan Sisingamangaraja XII karena Sumatera Utara telah khas dengan Bataknya, FPKS mengusulkan Jendral. AH. Nasution karena beliau satu-satunya Jenderal bintang lima dari Sumatera Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;FPPP mengusulkan Mantan Gubernur Tengku Rizal Nurdin karena beliaulah yang memperjuangkan segera dibangunnya bandara tersebut dan juga untuk mengenang tragedi Mandala yang merenggut nyawanya bersama Mantan Gubernur Raja Inal Siregar. Selain itu, FPBB mengusulkan Tengku Amir Hamzah karena lokasi dibangunnya bandara berada pada komunitas melayu.&lt;br /&gt;Nah, itu baru di tingkat dewan, bagaimana kalau di kalangan bawah sendiri. Dari segi etnis, Laskar Hang Tuah yaitu organisasi pemuda melayu dari awal sudah getol memaksakan Tengku Amir Hamzah karena daerah tersebut adalah mayoritas melayu. Bahkan mereka siap jiwa raga untuk memperjuangkannya. (Ha… Ha…). Kemudian dari etnis batak akan memperjuangkan Sisingamangara XII, dari etnis mandailing akan memperjuangkan Jendral AH. Nasution.&lt;br /&gt;Wah… wah… wah…. Huh! Persaingan sudah mulai muncul sepertinya untuk bandara yang “katanya” akan terbesar dan terbaik setelah bandara Soekarno-Hatta ini. Bagi saya, wacana ini cukup membuat saya tersenyum, merasa geli, bahkan sampai terbahak-bahak mengingat wacana ini.&lt;br /&gt;Kalau saya boleh usul, lebih baik namanya adalah Bandara Internasional Naga Bonar saja. Usul ini bukan tanpa pemikiran yang panjang, perlu berhari-hari, cukup menguras tenaga. (Ha… Ha…). Naga Bonar, Si Pencopet yang jadi Jenderal, Si Jenderal yang juga pencopet, merupakan tokoh rekaan karya Asrul Sani. Ceritanya mengambil setting-an di daerah sedang dibangunnya bandara internasional tersebut yakni Deli Serdang. Jadi pantas-pantas saja Naga Bonar dijadikan nama bandara tersebut. Naga Bonar, tanpa mewakili etnis tapi milik semua etnis karena kita semua tahu logat Naga Bonar adalah logat pada umumnya masyarakat Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Nah gimana??? Setuju semuanya??? Hah! Hah! Hah! Bah!!! Masih mikirnya Ko??? (Hi…Hi… Itu kata Bang Naga)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-909150598376923931?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/909150598376923931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/pembangunan-bandara-internasional-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/909150598376923931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/909150598376923931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/pembangunan-bandara-internasional-di.html' title='Jenderal  Nagabonar Saja...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-2586667700385541529</id><published>2008-12-17T13:18:00.005+07:00</published><updated>2008-12-17T19:52:51.667+07:00</updated><title type='text'>Dua Ekor Singa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu sore di tengah telaga terlihat dua orang yang sedang memancing. Tampaknya mereka ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu bersama. Diatas perahu kecil, keduanya sibuk mengatur joran dan umpan. Air telaga bergoyang perlahan membentuk riak. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap sayap angsa yang sedang berenang beriringan. Suasananyapun begitu tenang hingga terdengar sebuah percakapan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hitam"&gt;          “Ayah”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hitam"&gt;          “Hmm…ya.” Sang ayah menjawab perlahan. Matanya tetap tertuju pada ujung kailnya yang terjulur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hitam"&gt;          “Beberapa malam ini,” ucap sang anak, “ aku bermimpi aneh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt; Dalam mimpiku ada dua ekor singa yang tampak sedang berkelahi dalam hatiku. Gigi mereka terlihat runcing dan tajam. Keduanya sibuk mencakar dan mengeram seperti saling ingin menerkam. Mereka tampak ingin saling menjatuhkan.”&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="hitam"&gt;          Anak muda ini terdiam sesaat, lalu melanjutkan ceritanya. “ Singa yang pertama terlihat baik dan tenang. Geraknya perlahan namun pasti. Tubuhnya pun kokoh, bulu-bulunya teratur rapih. Walaupun suaranya terdengar keras, tapi menenangkan buatku.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="hitam"&gt;          Ayah menoleh lalu meletakan pancingnya di pinggir haluan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="hitam"&gt;          “Tapi, Ayah, singa yang satu lagi menakutkan. Geraknya tak beraturan, sibuk menerjang kesana kemari. Punggungnya kotor. Bulu-bulunya ada yang koyak. Suaranya lantang namun parau dan menyakitkan.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="hitam"&gt;          “Aku bingung, apa maksud dari mimpi itu. Apakah singa – singa itu gambaran dari sifat – sifat baik dan buruk yang aku miliki ? Dan singa mana yang akan memenangkan pertarungan itu karena nampaknya mereka sama – sama kuat ?”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung pemuda gagah di depannya. Sambil tersenyum, si ayah berkata, “Pemenangnya adalah yang paling sering kau beri makan.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Ayahnya tersenyum dan kembali mengambil pancingnya. Lalu dengan satu hentakan kuat di lontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran – pusaran air yang tampak membesar. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap – sayap angsa putih di tepian telaga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Sahabat, begitulah adanya. Setiap diri kita punya dua ekor ‘singa’ yang selalu bersaing. Keduanya selalu berusaha untuk saling menjatuhkan. Mereka berusaha untuk menjadi pemimpin bagi yang lain. Pertarungan diantara mereka tak pernah tuntas karena selalu saja terjadi pergiliran kemenangan. Kalah menang dalam persaingan itu layaknya mata koin yang selalu berganti – ganti. Dan kita sering di buat bingung, sebab kedua kekuatan baik – buruknya ini terlihat sama kuatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Tapi siapakah pemenangnya saat ini dalam dirimu ? Singa yang kokoh dengan bulu – bulu teratur ataukah singa yang berbulu koyak dan menakutkan ? Lalu singa macam apa yang menguasaimu ? “Singa” yang optimistis, pantang menyerah, tekun, sabar, rendah hati, cinta damai dan toleran ataukah “singa” yang bringas, mudah emosi, sombong dan arogan ?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Saya percaya, kita sendirilah yang menentukan kemenangan bagi kedua singa itu. Jika kita sering memberi ‘makan’ pada singa yang yang tenang tadi maka imbalan kebaikanlah yang akan kita dapatkan. Jika kita terbiasa untuk memupuk optimisme dan pantang menyerah, maka ‘singa’ yang tenang akan memberikan keberhasilan. Namun sebaliknya, jika setiap saat kita memendam marah, mudah curiga dan berprasangka, sombong dan sering tak sabar, maka jelaslah ‘singa’ macam apa yang akan jadi pemenangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Sahabat, biarkan “singa – singa” penuh semangat hadir dalam jiwamu. Rawatlah dengan keluhuran budi dan kebersihan nurani. Sisirlah bulu – bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya. Perkuat punggungnya dengan optimisme dan pertajam selalu kuku – kuku kesabarannya. Biarkan ia menjadi pemenang. Singa yang kokoh, dengan bulu – bulu yang teratrur rapih, kuku yang tajam, suara yang lantang namun tetap tenang dan tegas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;" class="hitam"&gt;Namun jangan biarkan ‘singa – singa’ pemarah menguasai pikiranmu. Jangan pernah berikan kesempatan bagi kesombongan untuk menjadi besar dan menghalangi keberhasilanmu. Jangan biarkan tinggi hati, kedengkian, emosi dan dendam memimpin hatimu.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-2586667700385541529?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/2586667700385541529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/dua-ekor-singa_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2586667700385541529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2586667700385541529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/dua-ekor-singa_17.html' title='Dua Ekor Singa'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-7337902714411536245</id><published>2008-12-11T13:48:00.008+07:00</published><updated>2008-12-17T13:48:44.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Paku</title><content type='html'>Suatu ketika ada seorang anak laki – laki yang pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku. Paku ? Ya Paku…. !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak heran. Tapi bibir ayahnya justru tersenyum bijak. Dengan suaranya yang lembut, ia berkata kepada anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali marah. Ajaib !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku ! Sungguh jumlah yang menakjubkan. Begitu juga di hari kedua, ketiga dan beberapa hari selanjutnya. Tapi hal itu tak berlangsung lama.&lt;div class="fullpost"&gt;  Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan marahnya daripada menancapkan banyak paku di pagar rumahnya.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Akhirnya kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak berhasil mengendalikan marahnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang Ayah tersenyum. Kemudian meminta si anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari dimana ia tidak marah.&lt;span class="hitam"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitam"&gt; &lt;p class="hitam"&gt;    Hari – hari berlalu dan anak laki – laki itu akhirnya berhasil mencabut semua paku yang pernah ia tancapkan. Ia bergegas melaporkan kabar gembira itu kepada ayahnya. Sang ayah bangkit dari duduknya dan menuntun si anak melihat pagar di belakang rumah.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="hitam"&gt;“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi lihatlah lubang – lubang di pagar ini. Pagar ini tak akan bisa kembali seperti semula, tidak akan bisa sama seperti sebelumnya,” kata sang ayah bijak.&lt;/p&gt;&lt;p class="hitam"&gt;Sang Ayah sengaja memotong kalimatnya pendek – pendek agar si anak bisa mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap ayahnya dengan sikap menunggu apa kelanjutan ujaran ayahnya itu.&lt;/p&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;p class="hitam"&gt;    Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata – katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu bisa saja menusukan pisau, dan mencabutnya kembali. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu akan minta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan luka karena kata – kata sama buruknya dengan luka fisik, “ ucap sang ayah lembut  namun sarat makna.&lt;/p&gt;&lt;p class="hitam"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="hitam"&gt;“Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca – kaca. Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung hatinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="hitam"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p class="hitam"&gt;Sahabat, saling mema’afkan mungkin bisa mengobati banyak hal. Tapi, akan sirna maknanya saat kita mengulangi kesalahan serupa. Padahal, lubang bekas cabutan paku yang sebelumnya masih menganga. Jadi, berhati – hatilah sahabat. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dengan sifat sabar  tanpa tepi. Amiien.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-7337902714411536245?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/7337902714411536245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/paku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7337902714411536245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7337902714411536245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/paku.html' title='Paku'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-6264764405506791068</id><published>2008-12-11T13:35:00.009+07:00</published><updated>2008-12-20T21:46:33.787+07:00</updated><title type='text'>Yang Mana Akhwat Sejati</title><content type='html'>&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;Siapakah Akwat Sejati???&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;Suatu hari aisyah kecil bertanya pada ayahnya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;Anakku …&lt;br /&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras  wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lantas apa lagi Abi?”, sahut putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah putriku …&lt;br /&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”&lt;br /&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi,tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro’, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al - Qur’an,tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al - Qur’an tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek,tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud.&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;kamu??  &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitam"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-6264764405506791068?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/6264764405506791068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/yang-mana-akhwat-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6264764405506791068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6264764405506791068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/yang-mana-akhwat-sejati.html' title='Yang Mana Akhwat Sejati'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5296725271300662238</id><published>2008-12-07T21:32:00.005+07:00</published><updated>2008-12-17T20:28:30.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Ku'/><title type='text'>Sebuah Catatan di hari Miladku...</title><content type='html'>&lt;table id="bodyDrftID" class="" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="drftMsgContent" style="font-family: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; font-size: inherit; line-height: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit;"&gt;22 tahun mengarungi samudera dunia…&lt;br /&gt;diterpa badai, disapa ombak..&lt;br /&gt;bersyukur ku memiliki tujuan&lt;br /&gt;sehingga tak tertiup angin ataupun tenggelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit pun kadang mendung kadang berseri cerah&lt;br /&gt;apalagi ketika gulitanya malam&lt;br /&gt;bersyukur ku memiliki pelita&lt;br /&gt;sehingga tak membuatku tersesat dalam pekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama bintang kulalui malam&lt;br /&gt;kadang ia muncul kadang tersenyum muram&lt;br /&gt;meski ia tak termiliki&lt;br /&gt;namun ia slalu ada dihati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahh, memang perjalanan yang belum sempurna&lt;br /&gt;untuk memahami benar arti kehidupan&lt;br /&gt;dan mengumpulkan bekal untuk pertemuan&lt;br /&gt;namun hembusan nafas masih terasa&lt;br /&gt;detak jantung masih berkata&lt;br /&gt;bahwa masih ada detik ini untuk terus berusaha&lt;br /&gt;menjadi diri yang lebih berarti seiring bertambahnya usia..&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Ku bersujud syukur saat usiaku tepat 22 tahun, menandakan jatah usiaku kian berkurang.&lt;br /&gt;Beberapa sahabat mengucapkan selamat milad untukku, lewat sms, lewat ucapanlangsung, lewat blog ku ini, bahkan ada yang tanpa ucapan apa-apa. Ada juga yang beberapa hari sebelumnya dah memberi ucapan met milad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya memang sangat membahagiakan ketika momen ini diingat juga oleh orang-orang terdekat kita, bahkan terkadang, momen ini dijadikan sebagai salah satu barometer seberapa banyak orang yang peduli dan sayang ama kita, benarkah begitu ?&lt;br /&gt;Entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, tidak ada hal yang spesial yang dinikmati. Tidak ada ceplokan telur dan lemparan tepung. Hari ini kulalui di forum Rapat Pleno Wilayah PII Sumatera Utara yang kebetulan diadakan PW PII Sumatera Utara. Teman-teman memintaku untuk hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, aku segera menelepon rumah, adikku, Aisyah, juga sama miladnya di bulan ini, kami selalu milad bersama, namun alangkah sedihnya aku, ketika ibu bilang Aisyah tak sedang tidak di rumah. Walau aku tahu, mungkin ia sedang belajar mengaji karena ketekunannya sebagai Qori'ah, rasanya sedih tak bisa mendengar suaranya, dan mengucapkan selamat milad untuknya. Aku menahan air mataku, dan kemudian dengan khusyu mendengar doa ibuku terkasih, ”Abang, semoga dengan bertambahnya usia kamu semakin dewasa dan bijak...dewasa dalam pandangan terhadap Allah, juga dewasa dalam menghadapi kehidupan” suara ibu semakin membuat hatiku haru..ahh ibu, Aku sayang ibu...ayah pun sama mendoakanku. Allah, jadikan aku anak yang berbakti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, begitulah, dentangan 07 Desember tahun ini, seolah kembali mengingatkanku telah sejauh mana diri ini melangkah, untuk kembali meluruskan niat dan meresapi tentang tugas dan amanah yang kutempuh di dunia ini.Sungguh, betapa banyak yang harus kubenahi, aktivitasku, amanah-amanahku, niatku, juga hatiku. Rasanya masih sangat sedikit bekalku untuk bertemu dengan kekasihku, aku sering terlena dengan kesibukanku soal dunia. Aku yang sering alpa, padahal ia slalu menatapku penuh kasih sayang. Ahh..Allah..betapa malu diri ini telah sebesar ini menghirup udaraMu...mengeruk segala nikmat dariMu.. sementara diri ini jarang sekali bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mulai detik ini, kumulai kembali langkahku dengan semangat yang baru, dengan niat yang lurus untuk meraih ridha Nya, dengan terus memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik, biarlah Allah yang menyempurnakan seluruh amalanku, karena dengan rahmatNya aku bisa sampai pada pertemuan denganNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa yang panjang dan tangisan lirih pun mengantarkanku menuju hari-hari berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5296725271300662238?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5296725271300662238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/22-tahun-mengarungi-samudera-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5296725271300662238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5296725271300662238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/22-tahun-mengarungi-samudera-dunia.html' title='Sebuah Catatan di hari Miladku...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5430322737054361670</id><published>2008-12-03T12:47:00.005+07:00</published><updated>2008-12-17T20:35:02.300+07:00</updated><title type='text'>Surat Kaleng</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berserah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt; Gerhana meliputi segala&lt;br /&gt;Tiada lagi sinaran cahaya&lt;br /&gt;Keinginan tanpa kepastian&lt;br /&gt;Tak mampu rasanya ku teruskan&lt;br /&gt;Ku meneruskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt; Biarlah, kurelakan segala&lt;br /&gt;Walau hidupku sebuah tanda tanya, mengapa?&lt;br /&gt;Biarpun tak mampu kubertahan&lt;br /&gt;Takkan pernah kuakui kalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt; Masih terdampar kudisini&lt;br /&gt;Tiada jalan mungkin kulalui&lt;br /&gt;Haruskah hidupku dipersenda&lt;br /&gt;Mengharungi dugaan melanda&lt;br /&gt;Kuberserah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Tuhanku kurelakan segala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Takkan pernah kuakui kalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Kupercaya, kuyakin pada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Dia yang menentukan semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Kuberserah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Akhi... Bulan ini penuh makna bagimu. Tanpa terasa bertambah satu tahun usiamu... Aku masih ingat ketika setahun yang lalu aku menengadah mendoakan dirimu saat hari Milad mu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Akhi... Mungkin harapan dan cita-citamu setahun ini belumlah tercapai semuanya... Mari kita evaluasi, apa yang menjadi penghambat, penghalang, dan pemutus yang menyebabkan harapan-harapan tersebut belum tercapai...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Akhi... refleksi adalah kata kuncinya... Siapa kita, Sedang dimana kita, dan Untuk apa kita diciptakan adalah barometer dalam setiap awal langkah kita... Insya Allah, dengan begitu semoga planning kehidupan kita menjadi terarah dan Allah meridhoinya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Akhi... Selamat Milad.&lt;br /&gt;07 Desember 1986 - 07 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;By : NN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah isi surat kaleng yang aku terima 2 hari yang lalu. Surat tanpa nama yang diletakkan di di dalam tas ku cukup membuatku terharu akan isinya.. Subhanallah... nadaku lirih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... Siapapun gerangan yang memberikan surat itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berilah lindungan dan maghfiroh-Mu. Hiasilah hari-harinya dengan Iman dan Taqwa, lantunan Al-Qur'an dan terimalah segala amalannya... Ya Allah... Pertemukanlah aku dengan dirinya... Amin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5430322737054361670?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5430322737054361670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/surat-kaleng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5430322737054361670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5430322737054361670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/surat-kaleng.html' title='Surat Kaleng'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-3882417940293726529</id><published>2008-12-03T12:31:00.007+07:00</published><updated>2008-12-17T20:37:34.200+07:00</updated><title type='text'>Perenungan Di Bulan Milad Ku...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Tiap ummat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya.”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Al A’raf : 34)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Ajalku pasti, tapi tidak terlihat oleh pandanganku bilakah tibanya nanti. Ajal yang Alloh janjikan itu tak kan tertangguh sesaatpun, malah Izrail sesekali tidak akan alpa dalam urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;      &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesungguhnya Malaikat maut menjalankan perintah Alloh SWT dengan tepat  dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, atau pun orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Alloh SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang penyakit, maka pastinya Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang yang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira kita sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan.&lt;div class="fullpost"&gt; Bila ajal telah tiba, maka kematian itu tidak akan tertangguh walau hanya sesaat. Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada di sekeliling manusia, mengenal pasti memperhatikan orang – orang yang hayatnya sudah tamat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah hadist Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya : &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak tawa. Maka berkata Izrail :” Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Alloh untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak tawa.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;70 kali dalam masa 24 jam. Andai kata manusia sadar hakikat tersebut, niscaya tidak akan lalai mengingat mati. Tetapi malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, oleh sebab itu manusia tidak menyadari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak heran, jika banyak manusia yang masih mampu bersenang-senang dan bergelak tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun ia adalah seorang yang miskin amal sholeh serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akheratnya, dan sebaliknya malah banyak melakukan dosa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Itu aku ya Alloh ......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ampunananMu untukku ......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sabda Rasulullah s.a.w : “sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan bagus amal perbuatannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang usianya dan buruk amal &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;(HR Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bayangkan jika jenis manusia yang kedua itu adalah kita. Maka bekal apakah yang akan kita bawa untuk dihisab di akhirat kelak?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;(QS. Al-‘Ashr : 1-3)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-3882417940293726529?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/3882417940293726529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/perenungan-di-bulan-milad-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/3882417940293726529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/3882417940293726529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/12/perenungan-di-bulan-milad-ku.html' title='Perenungan Di Bulan Milad Ku...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-1336440958374466827</id><published>2008-11-23T20:40:00.004+07:00</published><updated>2008-11-23T20:46:16.425+07:00</updated><title type='text'>Syukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan. Kata-kata tersebut merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa  membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Dan ada cerita lainnya yaitu mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab: saya mempunyai 2 anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat berbahagia karena dapat berjumpa dengan anak ke 2 saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan bahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya disurga. Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu. Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih, kerena itu kamu telah membuat suatu perbedaan. Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, karena itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga. Dengan rasa bersyukur dapat mengubah hal negatif menjadi positif.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-1336440958374466827?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/1336440958374466827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/syukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1336440958374466827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1336440958374466827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/syukur.html' title='Syukur'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-2086196404089090395</id><published>2008-11-21T19:41:00.001+07:00</published><updated>2008-11-21T19:43:14.141+07:00</updated><title type='text'>Aku Melihat... Aku Merasakan...</title><content type='html'>&lt;span class="hitam"&gt;&lt;p&gt;aku melihat indah warna saga di tuju cahaya berjalan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat indah malam di liputi bintang gemintang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat indah hamparan hijau berwarna bunga di terpa angin gunung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indahnya kebersamaan dalam berjuang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indahnya kerja keras dalam keterbatasan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indah dalam kesabaran &lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indah dalam keikhlasan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indah dalam ketegaran&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan   indah dalam ukhuwah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indah merindukan sodara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indan dalam keterasingan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan indahnya kesendirian di 1/3 malam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku merasakan  indah bahasa malam mengungkapkan keluh pada sang PENCIPTA&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TAPI&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku tidak melihat dan merasakan indah dalam ruang kebodohan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjadi budak peradaban untuk persaingan eksistensi dan kehormatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memakai topeng hanya untuk di katakan baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memakan sodara hanya untuk prectice&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melakukan apapun asalakan tujuan tercapai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bergerak maju dengan komando napsu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seakan merasa dia hidup hanya untuk dirinya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seolah hidup ini untuk selamanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tak ada akhir &lt;/p&gt;&lt;p&gt;dunia ini adalah orientasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;betapa bodoh orang yang mengejar dunia dan melupakan asal penciptaannya &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidakkah lelah mengejar apa yang sebenarnya fana&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-2086196404089090395?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/2086196404089090395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/aku-melihat-aku-merasakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2086196404089090395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2086196404089090395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/aku-melihat-aku-merasakan.html' title='Aku Melihat... Aku Merasakan...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-3011000946544485966</id><published>2008-11-21T19:10:00.002+07:00</published><updated>2008-11-21T19:15:39.354+07:00</updated><title type='text'>Sahabat Sejati</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"In qolla maali falaa khillun yushohibuni Wa in zaada maali fakullunnaasi khullaani"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bila hartaku sedikit maka tidak seorangpun yang datang berteman. Namun bila hartaku banyak Maka semua orang mengaku sahabatku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat singkat yang menyinggung apakah niat, tujuan dan motivasi persahabatan yang kita jalin dengan seseorang karena harta ataukah karena Allah. Persahabatan karena harta akan sirna bila sang sahabat tak lagi memiliki harta tapi bila Allah sebagai tujuan maka sungguh itulah persahabatan yang abadi. Itulah persahabatan yang sejati, persahabatan bebas roaming yang membuat Allah senang dan ridho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup konsumtif, hedonisme dan BTAK (Biar Tekor Asal Kesohor) sudah menjadi sindrom dan virus yang membuat manusia harus menjadikan orang-orang kaya dan punya kekuasaan sebagai pilihan nomor satu untuk menjadi teman bergaul dan bersahabat. Dan sebaliknya, kebanyakan orang akan memilih menjauhi orang-orang miskin dan orang-orang susah. Gaya hidup demikian jelas salah. Tidak boleh kita memilih-milih dalam bergaul apalagi sampai membedakan orang berdasarkan status sosial dan ekonomi. Bergaul dengan kalangan atas boleh-boleh saja, tapi kalau menutup diri untuk orang-orang yang di bawah kita, ini yang tidak boleh karena akan menjadikan hati kita kasar, keras, sombong, bisa kehilangan kasih sayang, terlebih jauh lagi bisa-bisa kita akan jauh dari rasa syukur dan qona\'ah yang ada adalah perasaan selalu kurang sebab hanya melihat mereka yang selalu diselimuti kesenangan akan gemerlapnya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rasul bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Banyak-banyaklah kalian berkenalan dengan orang-orang fakir serta miskin. Berbudi baiklah terhadap mereka sebab kelak mereka akan mendapatkan kekuasaan,"&lt;/span&gt; para sahabat bertanya,"Kekuasaan apa, wahai nabi?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bila kiamat tiba,"&lt;/span&gt; lanjut Nabi, "akan dikatakan pada mereka, perhatikan siapa yang dahulu pernah memberimu makanan meski sesuap, minuman meski seteguk, dan pakaian meski selembar. Maka peganglah tangannya, tuntunlah ke surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai saat ini, jangan memandang bahwa memperhatikan orang miskin tidak ada gunanya. Jangan lagi menganggap bahwa membantu mereka membuat status sosial kita jatuh, tangan kita kotor dan ketularan susah. Buktinya ada saatnya mereka mendapatkan kekuasaan dari Allah, ada kekuatan yang dimiliki orang-­orang miskin dan lemah, yaitu di hari tidak ada kekuasaan selain kekuasaan Allah, di hari orang tidak mengenal saudara dan sahabatnya tapi mereka berhak menuntun sahabatnya di dunia ke surga, menolong sahabatnya ketika tidak ada lagi yang bisa menolong selain amal sholeh, sementara kita tahu bahwa amal kita sangatlah tidak bisa menjadi sahabat yang menolong lantaran sedikinya amal atau bahkan beramal tapi bercampur riya dan bukan karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan nasehat Lukman tokoh legendaris yang namanya terukir indah dalam AlQur' an­ kepada anaknya tentang beberapa hal yang bila dilakukan maka akan mendapatkan hikmah dalam kehidupan, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Hendaknya kau menghidupkan hati yang telah mati&lt;br /&gt;2. Gemar bergaul dengan orang miskin&lt;br /&gt;3. Menghormati orang yang rendah&lt;br /&gt;4. Menyantuni orang-orang yang dalam perantauan&lt;br /&gt;5. Membantu orang-orang fakir&lt;br /&gt;6. Pergauli orang miskin, beri dia sebagian kebahagiaan yang kita nikmati, Bersahabatlah dengan orang susah, buat dia tersenyum. Sejatinya bukan mereka yang memerlukan kita, tapi kita yang memerlukan mereka untuk menyelamatkan diri kita yang selalu berlebih­-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hingga apabila Kami timpakan azab terhadap orang-orang yang hidup berlebih-lebihan di antara mereka, tiba-tiba mereka memekik minta pertolongan pada hari ini, sesungguhnya kamu tidak akan mendapatkan pertolongan dari Kami. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(QS, Al Mu`minuun [23]: 64-65)&lt;br /&gt;Selamat merubah diri menjadi pribadi-pribadi yang di cintai Allah dan rasul-Nya dengan mencintai dan menjadi sahabat kaum dhu`afa, masaakin dan anak_anak yatim.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-3011000946544485966?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/3011000946544485966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/sahabat-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/3011000946544485966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/3011000946544485966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/sahabat-sejati.html' title='Sahabat Sejati'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-6672313363120277120</id><published>2008-11-16T21:02:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T21:05:19.827+07:00</updated><title type='text'>LIDAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik, tetapi dia jarang nampak di permukaan. Itulah lidah. Mempunyai peranan yang sangat hebat sekali. Apalagi di era globalisasi saat ini, keberadaannya sangat menguntungkan yang memiliki dan kadang-kadang menyakitkan hati orang lain yang merasa tersinggung akan harkat dan martabatnya. Dan yang lebih penting dari itu, keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas adalah karena kesaksian dan peran lidah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ia mempunyai kebaikan yang sangat besar dalam mencari keridhaan Allah. Sebaliknya mempunyai kejahatan yang besar pula. Hematnya, lidahlah anggota tubuh yang paling banyak menimbulkan fitnah di sana-sini. Sehingga kehadirannya jika tidak bisa dikendalikan oleh ajaran agama ia mudah akan menjadi perangkap setan yang paling jitu, untuk menjerumuskan manusia ke jurang kenistaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengan perantaraan lidah, manusia dapat dengan lancar dan harmonis berhubungan dengan sesamanya. Dapat menciptakan segala bahasa, dapat memberi suara semua pikiran dan cita-cita. Bisa membuat hati rindu menjadi mesra ria. Tetapi, lidah pula yang dapat memutar balikkan fakta dan peristiwa. Dapat pula menjadikan orang tertawa menjadi menangis, yang bisa porak-porandakan persahabatan menjadi permusuhan dan seterusnya. Begitulah kiranya peran yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimainkan lidah. Tergantung siapa yang dapat dimanfaatkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sering kita dengar kata bersajak yang tertuju pada lidah, diantaranya: “lidahnya seperti madu, lidahnya berbisa, lidahnya bercabang dua, lidahnya berfasih berbahasa, pandai bersilat lidah”, dan sebagainya. Lidah? Apalah artinya lidah? Ia hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang sempurna, tetapi tanpa lidah orang tentu tak akan bisa berbicara. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan yang lebih penting lagi, tak bisa merasakan yang makanan dan minuman beraneka ragam. Dari yang asin, manis, pahit, asam, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya dengan iman dan akal sempurna sajalah manusia bisa memelihara dan menjaga dari bahaya yang ditimbulkannya. Ada pepatah Arab yang mengatakan: &lt;i style=""&gt;“Salamatul insan fii khifdzil lisan” &lt;/i&gt;(Selamatnya manusia dalam pergaulan yang pertama adalah dalam menjaga lisan). Derajat seseorang dapat terangkat dari salah satu diantaranya, adalah dalam menjaga dan memanfaatkan lidahnya. Sebab, kejujuran dan kebohongan hanya lisan atau lidahlah yang memegang peranan. &lt;/span&gt;Karena itu, Nabi Muhammad Saw 15 abad yang silam mengingatkan kepada ummat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya, dengan sabdanya: &lt;i style=""&gt;“Tidaklah berdiri tegak (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri tegak hatinya. Dan hatinya tidak akan lurus, sebelum berdiri tegak lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang dimana tetangganya tidak merasa aman dari gangguan tangan dan kejahatan lidahnya”.&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Abid Dunya)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kalau kita melakukan shalat, tetapi di dalam melakukannya kita tidak merasakan khusyuknya melakukan shalat, tinjauan lebih dalam adalah mungkin di dalam hati kita banyak bercak-bercak dosa yang amat dalam, sehingga diperlukan perenungan yang dalam. Mungkin kita berbicara sering dusta, atau makanan yang kita makan masih banyak menanggung hak-hak orang lain, dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Diriwayatkan, bahwa Umar bin khattab r.a pernah melihat Abu Bakar r.a menarik lidahnya dengan tangannya. Lalu Umar bertanya: “Wahai Abu Bakar, apakah yang anda perbuat???” Abu Bakar menjawab: “Ini mendatangkan kepadaku jalan yang membinasakan. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: &lt;i style=""&gt;“Tiada sesuatupun dari tubuh yang tiada mengadu kepada Allah tentang lidah karena ketamakannya”.&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Abid Dunya, Abu Ya’la dari Aslam)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sebenarnya, kalau kita membaca dan merenungkan ciptaan Allah yang ada pada tubuh kita, banyak filosofi dari ayat Kauniyah yang terdapat dalam jasad kita. Umpamanya, Allah menciptakan anggota tubuh kita yang bernama “mulut” itu hanya satu. Tetapi Allah menciptakan telinga kita dua, kiri dan kanan. Hematnya, itu merupakan isyarat dari Allah, supaya kita banyak mendengar dari orang, kemudian satu mulut untuk sedikit berbicara. Nah, kebiasaan yang sering dilakukan oleh manusia justru sebaliknya. Banyak berbicara, tetapi kalau disuruh mendengarkan yang kadang malah ramai sendiri. Itu salah satu kedurhakaan dan kejahatan lidah yang sangat ditakutkan oleh Abu Bakar r.a.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang datangnya dari Abu Hurairah r.a. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik, kalau tidak lebih baik diam.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Diam bukan berarti karena kebodohan seseorang. Tetapi justru itu menunjukkan kebaikan serta kesempurnaan iman seseorang. Di lain pihak, justru diam itulah perbuatan orang yang bijak. Rasulullah Saw bersabda: &lt;i style=""&gt;“Innallaha yubgbidul faa khisyal badzi-a” &lt;/i&gt;(Sesungguhnya Allah benci kepada orang yang jelek budi pekertinya serta kotor lidahnya)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Semoga tulisan sederhana ini akan bermanfaat. Khususnya bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya obral janji, obral program, yang jika tidak sesuai dengan realita dan kenyataan, maka akan menjadi bencana yang besar bagi keselamatan kita nanti di akhirat.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;= o-o-0-o-o =&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-6672313363120277120?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/6672313363120277120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/lidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6672313363120277120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6672313363120277120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/lidah.html' title='LIDAH'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4914753062342983953</id><published>2008-11-05T13:19:00.002+07:00</published><updated>2008-11-11T13:51:02.106+07:00</updated><title type='text'>Berpikir Sederhana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4914753062342983953?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4914753062342983953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/berpikir-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4914753062342983953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4914753062342983953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/berpikir-sederhana.html' title='Berpikir Sederhana'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-1193424079266799847</id><published>2008-11-05T11:31:00.002+07:00</published><updated>2008-11-11T13:51:21.563+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sepotong Kain Putih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini ada ribuan gulung kain, diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini,&lt;br /&gt;Hari ini ada sedemikian banyak kain putih, yang sedang dibeli, diukur dan dipotong,&lt;br /&gt;Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan,&lt;br /&gt;Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok hari, siapa gerangan pembeli berikutnya,&lt;br /&gt;Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal,&lt;br /&gt;Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita,&lt;br /&gt;Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau boleh saja tertawa, tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu,&lt;br /&gt;Engkau boleh saja berencana, tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko,&lt;br /&gt;Engkau boleh saja tidur nyenyak, tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian, tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir,&lt;br /&gt;Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan,&lt;br /&gt;Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan,&lt;br /&gt;Seandainya ia bisa berbicara, tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-1193424079266799847?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/1193424079266799847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/kisah-sepotong-kain-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1193424079266799847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1193424079266799847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/kisah-sepotong-kain-putih.html' title='Kisah Sepotong Kain Putih'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-6125606255661452472</id><published>2008-11-02T17:34:00.001+07:00</published><updated>2008-11-11T13:51:40.278+07:00</updated><title type='text'>Renungan Menjelang Tidur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di setiap menjelang hamba tidur, hamba selalu merenung :&lt;br /&gt;"Telah berlalu hari ini, tibalah hari esok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali hamba-Mu ini merenung :&lt;br /&gt;"Yaa Rab, telah berkurang jatah hidup hamba 1 hari. Dan semakin dekatlah perjumpaan dengan-Mu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali merenung :&lt;br /&gt;"Aku takuuuut ya Allah, jikalau hamba tidak membawa apa-apa saat kematian itu datang. Saat badan ini terbujur kaku berselimut kafan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku takuuut ya Allah, membayangkan spt apa kehidupan di alam kubur. Gelap, sempit, tubuh menggelembung membusuk, dan para rayap/ulat datang memangsa hamba"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku takuuuut ya Allah, jika segala amal hamba engkau tolak karena rasa ujub hamba, karena sifat pamer hamba, karena rendahnya ilmu agama hamba, dan karena hal lain selain utk-Mu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung kembali melihat dosa-dosa ku hari ini, melihat dosa-dosaku yg begitu banyak, yg telah mendzalimi karyawanku, menghardik anak Yatim, menjauhi fakir miskin, mengadu domba, kikir, dengki, hasud dan kekotoran hati lainnya :&lt;br /&gt;"Yaa Rab, ampunilah segala dosa-dosaku. Dosa-dosa yg membuatku menyesal kelak di alam kubur. Dosa-dosa yg membuatku tersiksa kelak panasnya api neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetes air mataku saat aku kembali merenung :&lt;br /&gt;"Dunia memang sebuah roda yg berputar. Waktu berputar dan terus berputar. Pagi berganti siang, siang berganti malam, dan malam  kembali berganti pagi. Esok hal itu kembali terulang &amp;amp; terulang kembali. Sehat lalu sakit, dan kembali sehat lagi. Dan tak terasa usia hamba terus merayap mendekati ajal......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaaaaa Rab, bimbinglah hamba dlm menjalani hidup yg sesaat ini, yg berputar-putar monoton. Janganlah Engkau gelincirkan hamba ke jalan yg Engkau murkai. Berikanlah kekuatan dan kemudahan kpd hamba untuk terus &amp;amp; terus mendekat kepada-Mu, memperbanyak bekal amal kebaikan, amal ibadah, dan amal-amal lainnya. Dan masukkanlah hamba ke dalam golongan ahli surga-Mu .... Amin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba jam dinding berdetak 10x, saatnya hamba menutup mata, karena kantuk telah menyengat. Semoga Allah mendengar rintihan hambanya disetiap mau tidur.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba lemah, yg terus menatap kematian&lt;br /&gt;saat perjumpaan dg Rab-nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-6125606255661452472?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/6125606255661452472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/renungan-menjelang-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6125606255661452472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6125606255661452472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/renungan-menjelang-tidur.html' title='Renungan Menjelang Tidur'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5167408275957378062</id><published>2008-11-02T15:28:00.001+07:00</published><updated>2008-11-02T16:32:52.115+07:00</updated><title type='text'>Bintang!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Andai matahari di tangan kananku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Takkan sanggup mengganti imanku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bilakah rembulan di tangan kiriku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Takkan mampu mengubah yakinku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jiwa dan raga ini apapun adanya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Andaikan 1000 siksaan terus melambai-lambaikan derita yang mendalam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seujung rambut pun aku takkan bimbang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jalan ini yang aku tempuh…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bilakah azalkan menjelang… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cintaku hanya untuk-Mu tetapkan muslimku selalu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bintang!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sungguh indah sinarmu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membuatku selalu tersenyum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sinarmu mampu menembus ke lubuk hati setiap insan yang memandang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyinari hati yang gelap&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Meskipun aku tidak dapat menyentuhmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan meskipun kau berada jauh di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buatku kau sangat dekat… Dekat sekali…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bintang!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sungguh Allah sangat sempurna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ia menciptakanmu untuk insan yang terluka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melihatmu adalah sesuatu yang indah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Memandangmu adalah sesuatu yang menyenangkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bintang!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sinarmu takkan pernah redup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Meki ku tahu begitu banyak ujian yang kau tempuh di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Langit yang gelap, udara yang dingin, angin yang berhembus kencang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun kau tetap tegar memberikan sinarmu untuk insan di muka bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demi amanah yang telah diberikan Allah kepadamu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kau rela!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku ingin sepertimu!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan aku yakin…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak insan yang ingin sepertimu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keikhlasan, ketegaran, dan kesabaranmu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membuatku semakin bersyukur kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terima Kasih Bintang!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami sangat menyayangimu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teruslah bersinar… Karena kami membutuhkan sinarmu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terima kasih Ya Rabb! Kau yang telah menciptakannya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5167408275957378062?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5167408275957378062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/bintang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5167408275957378062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5167408275957378062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/11/bintang.html' title='Bintang!!!'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-193482907216084227</id><published>2008-10-22T11:45:00.001+07:00</published><updated>2008-11-11T13:52:00.607+07:00</updated><title type='text'>PERDEBATAN ANGIN DAN MATAHARI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, dua sahabat karib, matahari dan angin terlibat sebuah perdebatan yang tak berkesudahan tentang siapa yang paling kuat diantara mereka. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Keduanya merasa dirinya masing-masing yang paling kuat.&lt;br /&gt;Pada saat itulah, melintas seorang lelaki tua dengan mantel tebal melekat di badan. Lelaki tua itu berjalan tertatih-tatih di dekat mereka. Melihat lelaki tua itu, terbersit ide cemerlang dalam benak angin tentang sesuatu yang bisa mengakhiri perdebatan yang tak berujung itu.&lt;br /&gt;"Sahabatku... Kata sang angin, rasanya perdebatan kita ini tidak akan berakhir hanya dengan kata-kata. Bagaimana kalau kita membuat pertandingan saja untuk membuktikan mana di antara  kita yang paling kuat. "Kamu lihat lelaki tua itu," Mari kita bertanding!". Siapapun dari kita yang paling cepat dapat melepaskan mantel yang Ia kenakan maka dialah yang paling kuat".&lt;br /&gt;"Baiklah, Aku setuju dengan idemu itu", Jawab matahari dengan suara tenang berwibawa.&lt;br /&gt;Pertandingan pun dimulai. Sejurus kemudian, entah dari mana datangnya, tiba-tiba berhembuslah angin yang sangat kencang menerpa lelaki tua itu. Mantel yang dikenakan lelaki tua itu berkibar-kibar seperti hendak tertarik dari tubuhnya dan membumbung ke udara. Begitu kuatnya angin yang menerpa sampai membuat beberapa bagian dari mantel itu sobek.&lt;br /&gt;Sementara, lelaki tua itu mempertahankan mantelnya mati-matian. Ia memegang mantelnya itu sekuat tenaga. Ia tida membiarkan mantelnya yang sangat berharga baginya itu lepas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;Pergulatan sengit terjadi, lelaki tua itu menjatuhkan diri ke tanah, dan terus menahan agar mantelnya tidak lepas. Akhirnya, angin pun menyerah. Angin tidak bisa melepas mantel lelaki tua itu dengan kekuatan hembusannya.&lt;br /&gt;Kini, tibalah giliran matahari untuk membuktikan kekuatannya. Matahari tersenyum ramah pada angin. Perlahan matahari memberikan sinarnya yang hangat kepada lelaki tua itu. Dan tidak berapa lama, pria itu menghusap dahinya, keringatnya bercucuran. Sejurus kemudian lelaki tua itu melepaskan mantelnya.&lt;br /&gt;Tanpa kekerasan sedikitpun, bahkan dengan penuh kehangatan matahari itu mampu melepas mantel lelaki tua itu. Seketika itu angin harus mengakui kelebihan matahari.&lt;br /&gt;Kisah di atas mengisyaratkan pesan halus kepada kita bahwa mengubah peradaban ke arah yang lebih baik dengan kehangatan dan kebersihan jauh lebih efektif dari pada dengan kekerasan dan tangan besi.&lt;br /&gt;*Jika ingin mengubah orang lain, cara termudah untuk memperoleh hasil adalah dengan memperlihatkan kebaikan dalam pikiran, kata-kata, dan perbuatan*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-193482907216084227?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/193482907216084227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/perdebatan-angin-dan-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/193482907216084227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/193482907216084227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/perdebatan-angin-dan-matahari.html' title='PERDEBATAN ANGIN DAN MATAHARI'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4120855718705962423</id><published>2008-10-15T21:18:00.002+07:00</published><updated>2008-11-11T13:53:26.745+07:00</updated><title type='text'>My Heart....!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: courier new; text-align: center;"&gt;Oleh : Aisyah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 191, 96);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Misteri kehidupan........!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Menyimpan berjuta kepedihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bintangpun tak sanggup menahan perihnya liku-liku kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;bukan karena ia tak peduli......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tapi ini mungkin memang sudah takdirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;untuk menyayangi semua orang yang ia kenal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;tapi tidak untuk  disayangi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berharap  rembulan akan datang dan memberikan sedikit cahayanya untuk sang bintang kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sayang...! Itu hanya harapan, yang tak akan pernah menjadi kenyataan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;tak seorangpun tahu apa yang terjadi pada sang bintang kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mengapa sinarnya semakin lama semakin meredup?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mungkinkah harapannya kini telah lenyap?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ia melayang menjauhi berjuta bintang yang bersinar di keindahan dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dan membuat mereka lupa akan pentingnya keperdulian satu sama lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jangan tanyakan mengapa sang  bintang kecil pergi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bukan karena ia tak ingin lagi tertawa dan bercanda bersama berjuta bintang yang tetap bersinar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tapi.....! Karena ia tidak tau apa yang harus ia katakan pada mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hatinya sudah terluka parah dengan semua tantangan kehidupan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;berjuta kepedihan yang takkan pernah ada habisnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;yang selalu memaksa diri untuk meneteskan airmata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mengapa harus aku yang merasakan...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 127);font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tapi....! Ia percaya bahwa tidak ada yang abadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;dan tak ada seorangpun yang tau isi hatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;Semangatnya kini telah lenyap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;dunia yang penuh dengan keindahan namun menyimpan berjuta kepedihan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;Kini......! Masih mampukah ia bertahan dengan hati yang terluka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;Ingin rasanya ia menjadi bintang kecil yang bersinar terang , walau tak ada cahaya rembulan yang menyinari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;ya Allah berikanlah ia kekuatan untuk kembali bersinar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;karena......... Hanya Engkau yang tau isi hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;seperti yang dulu....!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 191, 96);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;amin..........&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 191, 96);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4120855718705962423?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4120855718705962423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/my-heart.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4120855718705962423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4120855718705962423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/my-heart.html' title='My Heart....!'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-2305177375641928258</id><published>2008-10-14T13:52:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T14:02:48.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Ketika "Cinta" Dikalahkan Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="item_class_text"&gt;        &lt;p align="justify"&gt;” Ma’af Dit, aku tak bisa “. Suasana seakan tak ada kehidupan, hanya terdengar suara lembut angin yang menusuk pori-pori kulitku. Bukan karena kesunyian yang membuatku terpaku, tapi….&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Dit, anterin ke gramedia yuk ? ” suara itu telah menjemputku dari dunia lamunan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Eh….siang bolong gini bengong, entar kesambet loh “. Aku hanya membalas dengan senyuman. Hasan, dialah sahabat baruku yang kukenal&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;dikost ini yang telah membawaku pada perubahan. ” Yuk ! ” jawabku singkat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam perjalanan tak henti-hentinya Hasan menggodaku yang dari tadi hanya diam. ” Lagi mikirin apaan sih Dit ?, ngelamun mulu ntar cepet tua loh……” mata melotot dan kerut keningnya adalah ciri khas ketika sedang meledekku. ” Ga ada apa-apa ” hanya senyuman yang terakhir dari kata itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” ooo……ya udah klo ga mau cerita “.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dua bulan sudah kenanganku terkubur, namun kini entah kenapa muncul kembali setelah kemarin malam memimpikan dirinya. Kesunyian malam dan dinginnya malam tak lagi kurasakan karena hangatnya sinar rembulan mulai menemaniku malam itu untuk mengingat kenangan masa lalu. Entah mengapa mata ini sulit kupejamkan, seakan-akan didepanku hadir sesosok wanita yang tak asing bagiku. Dia melambaikan tangan dan bercanda ria dengan temannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dialah gadis yang telah membangunkan cintaku. Sebut saja Rani, dia adalah sahabat Tari teman kampusku. Orangnya asik, mudah beradaptasi dengan teman baru walaupun aku sendiri agak canggung dengan yang namanya perkenalan dengan wanita. Perkenalan trus berlanjut, aku mulai memberanikan diri tuk mengajak dia jalan dan terkadang dia yang memintaku untuk mengantarkannya yang hanya sekedar mencari boneka. Kecanggunganku mulai sedikit hilang ketika dia mulai bercanda denganku dan mulai meminta pendapatku tentang masalah yang dihadapinya. Entah mengapa ketika bersamanya aku seakan-akan menemukan kebahagiaan yang selama ini telah hilang dalam hidupku. Ketika senja tiba, kuingin cepat menggantikan rembulan dengan matahari jika kubisa. Hari demi hari dia tak luput dari pikiranku, walaupun dia bukan satu kampus denganku tapi dia selalu menghubungiku via telpon dan itu membuat rasa rinduku terobati.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*~*&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;HPku berdering dan kuraih dengan malasnya, ” siapa sih pagi-pagi gini ganggu orang yang lagi enak bermimpi ” gumamku.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Halo, Dit ” suara itu tak asing lagi ditelingaku.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ya halo, ada apa Ran ? ” kontan semangat dipagi itu timbul seketika mengalahkan sisa kantukku.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Dit hari ini ada acara ga ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” mmm… kebetulan minggu ini ga ada acara, emang kenapa ? “&lt;/p&gt; &lt;p&gt;” Anterin aku jalan yuk ! ” suara manjanya mulai muncul. Aku tersipu mendengar kata-kata itu dan tanpa pikir panjang kuterima ajakannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ayuk…yuk…, emang mo kemana ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Semangat banget sih, anterin aku cari kado buat keponakanku trus anterin kerumahnya, mau ga ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Boleh…buat kamu apa sih yang ga bisa ” entah dari mana aku belajar bergombal terhadap wanita, padahal aku tipe cowo yang sulit berkomunikasi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;dengan wanita.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ya udah nanti jam 09.00 jemput aku dirumah yah ! daaa… ” tut…tut…tut…&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Huuuu……. kurebahkan kembali badan ini dengan kegembiraan hati yang terpancar dipagi hari. Tak biasanya aku menyapa sang surya yang menebarkan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;kehangatan sinarnya yang memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Kegembiraan itu tak akan pernah kuhapus dalam memori kehidupanku.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*~*&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Minggu itu aku menjemputnya sesuai permintaan dan aku mengantarkan mencari hadiah untuk keponakannya. Hampir semua toko mainan kami jelajahi dimall itu, tapi tak satupun mainan yang cocok untuk kami beli. Hampir kami putus asa, tapi keputusasaan itu hilang setelah kami melihat sebuah kotak yang berisi boneka yang paling disukai keponakannya. Tanpa ragu kami langsung menuju toko tersebut dan membelinya. Rasa capek, kantuk dan lelah telah menjadi satu, tapi perasaan itu entah mengapa terasa tak begitu pengaruh pada diriku. Sebelum pergi kerumah keponakannya, kami sempatkan untuk beristirahat dicafe dekat kami membeli boneka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Akhirnya setelah sekian lama kita mencari …….. fhuuuhhhh ! “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Sok puitis deh ! ” ledeknya sambil tersenyum kecil.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Eh Ran mau makan apa ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” mmm …. aku ga makan deh ” jawabnya singkat, mungkin rasa lelah telah menbuatnya kurang berselera makan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ya udah klo gitu aku pesen minuman aja yah ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ok ! “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sambil minum kami cerita dan saat itu entah mengapa hati ini mendapat dorongan untuk mengatakan sesuatu padanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” mmm……Ran, aku boleh mengatakan sesuatu ga ? tapi …. kamu janji jangan marah yah ? ” rasa ragu mulai menyelimuti hatiku, tapi daya dorong ini semakin kuat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Tergantung ” senyuman dibibirnya membuatku terpaku memandangnya. ” Bicara aja lagi Dit, aku ga marah asal jangan bilang kalau kamu ga bisa anterin aku kerumah keponakanku, soalnya dari sini kan lumayan jauh dan aku udah capek “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Bukan …. bukan itu, aku pasti anterin kamu kok ! “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Trus apa dong ? jangan bikin Rani bingung deh “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” mmm …… Ran mungkin aku konyol mengutarakan perasaan disaat seperti ini, tapi aku tidak bisa membendungnya lagi ” ku beranikan tuk memulainya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” maksudnya ? ” kerut keningnya dan tatapan tajam tak luput dari penglihatanku.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ran ….. a … aku mulai suka sama kamu ” ku gigit bibir bawahku dan kutundukan pandangan. Tak berani kutatap wajahnya, aku takut melihat ekspresi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;wajahnya setelah aku mengatakan hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lama tak terjadi kontak bicara diantara kami. Tapi tak lama kemudian …..&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Dit, aku ngerti perasaan kamu, aku jadi merasa bersalah terlalu berlebihan dalam bergaul denganmu sehingga kamu berpikir bahwa selama ini penerimaan ajakanmu dan permintaan untuk mengantarku adalah atas dasar rasa suka padamu. Aku menganggap kamu sebagai sahabatku yang baik yang telah lama kucari selama ini. Kamu mau mendengarkan keluhanku dan menasehatiku. Jadi tak mungkin aku menerimamu sebagai pacarku, aku tak mau kehilanganmu Dit, sebab didalam pacaran ketika rasa cinta telah pudar maka kebencianlah yang berperan dan hal itu tak mau terjadi pada hubungan kita Dit. Jadi aku mohon padamu jadilah sahabatku bukan pacarku. Ma’afkan aku Dit, kamu bisa ngertikan perasaanku ? ” penjelasan itu diakhiri dengan senyuman manisnya. Kuberanikan menatap wajahnya walaupun jeritan dan tangisan hati silih berganti. Kubalas senyumannya dan kuberanikan mengomentari.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ya sudah kalau itu memang pendapatmu, aku kan coba tuk nerimanya ” kupaksakan bibir ini untuk senyum.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Eh Ran udah sore nih, ntar kemaleman lagi kerumah ponakanmu ” cepat kuganti pokok pembicaraan agar rasa sedih ini tak berlarut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Kamu ga marah kan Dit ? ” dia menarik lenganku yang sudah siap berdiri. Kuanggukan kepalaku dengan senyuman yang berat dibibir.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam perjalanan kerumah keponakannya hingga kembali kerumahnya tak satu katapun aktif keluar dalam bentuk pertanyaan ataupun canda. Hanya sedikit komentar dari setiap kata-kata yang dia berikan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*~*&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kuayunkan langkahku menuju pintu kamar kostku. Berat, bukan berarti karena aku lelah atau rasa kantukku, tapi setelah kejadian siang tadi kebahagianku&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;sedikit mulai hilang. Kulihat sebelah kamarku ada kehidupan diwarnai terangnya lampu. ” Ada pendatang baru ” gumamku tapi tak kupedulikan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Assalamu ‘alaikum ” seketika aku berbalik dengan rasa kaget karena aku sedang mencari kunci kamarku diselingi dengan bayangan-banyangan kejadian siang tadi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ya….Waalaikum salam “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ma’af kalau saya mengagetkan kamu, saya Hasan orang baru disini, salam kenal ma’af nama kamu siapa ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” nama saya Adit, ma’af yah saya capek jadi nanti aja perkenalannya “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ma’af kalau saya menganggu ” Senyuman dibibirnya menggambarkan ketulusan hati.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanpa ragu ku buka pintu dan segera kututup. Ada sedikit perasaan tak enak pada Hasan karena pembicaraanku tadi yang kurasakan kurang enak didengar, tapi aku membuang perasaan bersalah tersebut. Malam semakin larut tapi kedua bola mataku tak kunjung juga mengantarku pada alam sana. Terdengar suara kehidupan dalam kamar Hasan. Dengan penuh penasaran kuberanikan mengetuk pintu kamarnya sekalian aku mau minta ma’af.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ada apa Dit ? ” senyuman itu begitu sejuk dipandang.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” mmm… ga, kamu belum tidur San ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Belum, aku tidak bisa tidur malam ini, entah mengapa mungkin karena aku masih baru kali yah dengan suasana baruku ini “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” ooo….” jawabku singkat&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ngomong-ngomong ada apa nih Dit ? emangnya kamu juga ga bisa tidur ? “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Aku mau minta ma’af karena jawaban perkenalan tadi tidak mengenakan “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ga apa-apa Dit, aku ngerti kok kamu kan tadi baru datang pasti rasa lelahmu yang membuat kamu bersikap demikian “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Wah nih orang sabar banget, kebijakan dalam berkata bikin kagum setiap orang yang mendengarkan ” gumamku dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya aku ngobrol malam itu mulai dari perkenalan sampai dengan pengalaman.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setelah kejadian malam itu aku semakin dekat dengan Hasan. Tak jarang aku minta pendapat tentang masalah yang sedang kuhadapi. Setiap katanya mengandung makna yang begitu indah bagaikan penyair yang menyampaikan risalah lewat kata-kata bijaknya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Dit, rasa cinta itu fitrah. Setiap manusia yang normal pasti akan merasakannya, tapi tergantung kita dalam pengembangan cinta tersebut. Cinta kita kepada lawan jenis atau hobby kita boleh-boleh saja, tapi jangan sampai rasa cinta tersebut mengalahkan cinta kita padaNya “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Sulit San, hati ini sudah terlanjur suka sama dia. Sekarang alur hidupku saja entah kan kubawa kemana, semuanya serba kebingungan dan saat kuambil keputusan selalu saja kutemui jalan buntu “&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Dit, cinta itu tak harus memiliki dan cinta tak bisa dipaksakan. Jika kita memang mencintai seseorang, kita kan merasa bahagia jika dia menemukan kebahagiannya, walaupun kebahagian itu tidak ditemukan pada diri kita, kita harus ikhlas. Dit, sekarang mengadulah kepada Allah. Mohon petunjukNya untuk membimbing kebimbangan dalam menjalani hidupmu dan jangan terlalu dipikirkan sebab kamu tau sendiri kan bahwa kamu punya penyakit kanker ” Hasan memang benar penyakit yang kuderita selama ini tak lagi kupikirkan. Padahal entah esok atau lusa bahkan mungkin hari ini jika Allah berkenan mengambil nyawa ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kuingat pesan Hasan yang masih terngiang dalam benakku ” Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, jadikanlah ini salah satu prinsip dalam menjalani hidup agar selalu ingat padaNya “. Bergetar seketika seluruh tubuhku entah apa yang terjadi padaku saat itu. Tanpa pikir panjang ku basuh setiap bagian tubuhku dengan air wudhu untuk mengadukan masalah ini pada Penguasa alam semesta.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;” Ya Allah, betapa besar dosaku selama ini. Cinta yang kau berikan telah aku salah artikan. Begitu halusnya iblis membisikan arti cinta itu hingga kabut cinta duniawi telah menghalangi arti sebenarnya cinta. Ya Allah, andaikan cintaku padaMu sebesar cintaku padanya bahkan lebih dari itu. Sungguh aku sangat menginginkan hal itu sebelum Kau memanggilku. Ya Allah jadikan cintaku padaMu begitu besar hingga ku tak takut akan kematian bahkan kematian menjadikan gerbang menuju kerinduan menghadapMu ” tak terasa air mata penyesalan telah membasahi pipi dan sajadah. Hatiku sedikit lebih sejuk dan tenang dan tak terasa keseimbangan tubuhku mulai tak stabil dan akhirnya aku tersungkur dalam sujud.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*~*&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fahmi Azzam...&lt;br /&gt;September - Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-2305177375641928258?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/2305177375641928258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/ketika-cinta-dikalahkan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2305177375641928258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2305177375641928258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/ketika-cinta-dikalahkan-cinta.html' title='Ketika &quot;Cinta&quot; Dikalahkan Cinta'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-8987785507566030124</id><published>2008-10-14T13:46:00.001+07:00</published><updated>2008-10-14T14:04:11.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Hati'/><title type='text'>Hmmm....</title><content type='html'>Aku dulu ingin jadi tong sampah, dengan kaki tertancap kuat di tepi jalan, ku pandang jauh tak tahu ujung pangkalnya, tak teputus, tak tahu jumlah perempatan atau pertigaan, aku melihat apapun yang lewat, berpacaran, senang, sedih, bertengkar, menangis &amp;amp; membuang tisue yang penuh air mata kedalam perutku. ada pedagang makan nasi bungkus tak habis&amp;amp;dibuang ke perutku bersama dengan bungkusnya, ingin ku uraikan sampah-sampah dengan bakteri cinta, ku daur ulang dengan kasih sayang&amp;amp;motivasi agar supaya bermanfaat, tangis jadi tawa, sedih jadi senang, jangan kamu bakar sampah-sampah dengan amarah, coba uraikan dengan bakterimu&amp;amp;tutur kata yang indah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-8987785507566030124?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/8987785507566030124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/hmmm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/8987785507566030124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/8987785507566030124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/hmmm.html' title='Hmmm....'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-8819702225970037006</id><published>2008-10-14T13:30:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T13:33:41.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Hati'/><title type='text'>Kasih Ibu Tiada Tara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering meratapi nasibnya memikirkan anaknya yang mempunyai tabiat sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mabuk, dan melakukan tindakan-tindakan negatif lainnya. Ia selalu berdoa memohon, "Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi ini, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati." Tetapi, si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dia dibawa kehadapan raja untuk diadili setelah tertangkap lagi saat mencuri dan melakukan kekerasan di rumah penduduk desa. Perbuatan jahat yang telah dilakukan berkali-kali, membawanya dijatuhi hukuman pancung. Diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan di depan rakyat desa keesokan harinya, tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita hukuman itu membuat si ibu menangis sedih. Doa pengampunan terus dikumandangkannya sambil dengan langkah tertatih dia mendatangi raja untuk memohon anaknya jangan dihukum mati. Tapi keputusan tidak bisa dirubah! Dengan hati hancur, ibu tua kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat telah berkumpul di lapangan pancung. Sang algojo tampak bersiap dan si anak pun pasrah menyesali nasib dan menangis saat terbayang wajah ibunya yang sudah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun setelah lewat lima menit dari pukul 06.00, lonceng belum berdentang. Suasana pun mulai berisik. Petugas  lonceng pun kebingungan karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tibatiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Seluruh hadirin berdebar-debar menanti, apa gerangan yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul dan menggantikannya dengan kepalanya membentur di dinding lonceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu mengorbankan diri untuk anaknya. Malam harinya dia bersusah payah memanjat dan mengikatkan dirinya ke bandul di dalam lonceng, agar lonceng tidak pernah berdentang demi menghindari hukuman pancung anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung menyaksikan tubuh ibunya terbujur bersimbah darah. Penyesalan selalu datang terlambat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih ibu kepada anaknya sungguh tiada taranya. Betapun jahat si anak, seorang ibu rela berkorban dan akan tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Maka selagi ibu kita masih hidup, kita layak melayani, menghormati, mengasihi, dan mencintainya. Perlu kita sadari pula suatu hari nanti, kitapun akan menjadi orang tua dari anak-anak kita,  yang pasti kita pun ingin dihormati, dicintai dan dilayani sebagaimana layaknya sebagai orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hidup diantara keluarga ataupun sebagai sesama manusia jika kita bisa saling menghargai, menyayangi, mencintai, dan melayani, niscaya hidup ini akan terasa lebih indah dan membahagiakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-8819702225970037006?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/8819702225970037006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/kasih-ibu-tiada-tara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/8819702225970037006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/8819702225970037006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/kasih-ibu-tiada-tara.html' title='Kasih Ibu Tiada Tara'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-7097609867653211671</id><published>2008-10-14T13:26:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T14:03:22.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Hati'/><title type='text'>LOVE</title><content type='html'>Love is a give...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup Thats definetely right..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah rahmat  dari-Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan cintalah...&lt;br /&gt;Seorang Ibu merelakan jiwanya  demi untuk kelahiran buah hatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan cintalah...&lt;br /&gt;Seorang  ayah, merelakan dirinya berusaha sekuat tenaga demi mencari nafkah untuk anggota  keluarganya.&lt;p&gt;&lt;wbr&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan cintalah...&lt;br /&gt;Shalahuddin Al Ayyubi tidak dapat tertawa sebelum mesjid Al - Aqsha dapat dibebaskan untuk menebus cintanya kepada Rabbul Izzati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan cintalah...&lt;br /&gt;Para mujahid dan mujahidah rela mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk dapat mendapat cinta dari Yang Maha Mempunyai Cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia-lah Allah sang Ar  Rahman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta-Nya bumi, langit dan planet melaju dalam alur yang  harmonis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta-Nya angin masih menyapa tetumbuhan dan  rerumputan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta-Nya cahya mentari masih menerpa hangat tubuh  kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allah-lah muara cinta yang Hakiki...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-7097609867653211671?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/7097609867653211671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/love.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7097609867653211671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7097609867653211671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/love.html' title='LOVE'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-10486310124523396</id><published>2008-10-14T13:07:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T13:11:52.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Cinta yang Takkan Pernah (Mampu) Terbayar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Lutfia, bukan siapa-siapa. Tapi ia menjadi seseorang yang akan disebut namanya di Surga kelak oleh Yusuf, anak tercintanya. Dan ia akan menjadi satu-satunya yang direkomendasikan Yusuf, seandainya Allah memperkenankannya menyebut satu nama yang akan diajaknya tinggal di Surga, meski Lutfia sendiri nampaknya takkan membutuhkan bantuan anaknya, karena boleh jadi kunci surga kini telah digenggamnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt; Bagaimana tidak, selama dua hari Lutfia menggendong anaknya yang berusia belasan tahun mengelilingi Kota Medan untuk mencari bantuan, sumbangan dan belas kasihan dari warga kota, mengumpulkan keping kebaikan dan mengais kedermawanan orang-orang yang dijumpainya, sekadar mendapatkan sejumlah uang untuk biaya operasi anaknya yang menderita cacat fisik dan psikis sejak lahir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt; Tubuh Yusuf, anak tercintanya yang seberat lebih dari 40 kg tak membuat lelah kaki Lutfia, juga tak menghentikan langkahnya untuk terus menyusuri kota. Tangannya terlihat gemetar setiap menerima sumbangan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan, sambil sesekali membetulkan posisi gendongan anaknya. Sementara Yusuf yang cacat, takkan pernah mengerti kenapa ibunya membawanya pergi berjalan kaki menempuh ribuan kilometer, menantang sengatan terik matahari, sekaligus ratusan kali menelan ludah untuk membasahi kerongkongannya yang kering sekering air matanya yang tak lagi sanggup menetes. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt; Ribuan kilo sudah disusuri, jutaan orang sudah dijumpai, tak terbilang kalimat pinta yang terucap seraya menahan malu. Sungguh, sebuah perjuangan yang takkan pernah bisa dilakukan oleh siapa pun di muka bumi ini kecuali seorang makhluk Tuhan bernama; Ibu. Ia tak sekadar menampuk beban seberat 40 kg, tak henti mengukur jalan sepanjang kota hingga batas tak bertepi, tetapi ia juga harus menyingkirkan rasa malunya dicap sebagai peminta-minta, sebuah predikat yang takkan pernah mau disandang siapapun. Tetapi semua dilakukannya demi cintanya kepada si buah hati, untuk melihat kesembuhan anak tercinta, tak peduli seberapa besar yang didapat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt; Tidak, ia tak pernah berharap apa pun jika kelak anaknya sembuh. Ia tak pernah meminta anaknya membayar setiap tetes peluhnya yang berjatuhan di setiap jengkal tanah dan aspal yang dilaluinya, semua letih yang menderanya sepanjang jalan menyusuri kota. Ibu takkan memaksa anaknya mengobati luka di kakinya, tak mungkin juga si anak mengganti dengan seberapa pun uang yang ditawarkan untuk setiap hembusan nafasnya yang tak henti tersengal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt; Lutfia, adalah contoh ibu yang boleh jadi semua malaikat di langit akan mengagungkan namanya, yang menjadi alasan tak terbantahkan ketika Rasulullah menyebut "ibu" sebagai orang yang menjadi urutan pertama hingga ketiga untuk dilayani, dihormati, dan tempat berbakti setiap anak. Lutfia, barangkali telah menggenggam satu kunci surga lantaran cinta dan pengorbanannya demi Yusuf, anak tercintanya. Bahkan mungkin senyum Allah dan para penghuni langit senantiasa mengiringi setiap hasta yang mampu dicapai ibu yang mengagumkan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt; Sungguh, cintanya takkan pernah terbalas oleh siapapun, dengan apapun, dan kapanpun. Siapakah yang lebih memiliki cinta semacam itu selain ibu? &lt;/span&gt;&lt;em style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Wallaahu 'a'lam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-10486310124523396?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/10486310124523396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/cinta-yang-takkan-pernah-mampu-terbayar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/10486310124523396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/10486310124523396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/10/cinta-yang-takkan-pernah-mampu-terbayar.html' title='Cinta yang Takkan Pernah (Mampu) Terbayar'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5986297369844184038</id><published>2008-09-09T17:38:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T17:41:00.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Belajar Dari Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak benar jika dikatakan bahwa puasa hanya tidak makan dan tidak minum. Di samping dua hal jasmaniah di atas, puasa juga mempunyai aspek yang tidak kalah penting lagi, yaitu aspek bathiniyah ruhaniyah.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aspek yang meletakkan ibadah puasa pada tingkat yang lebih tinggi sebagi siklus tahunan yang bertugas membentuk kader-kader muslim dengan kadar ketakwaan yang hakiki.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah haditsnya Rasulullah menggambarkan: &lt;em&gt;“Banyak di antara mereka berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga.”&lt;/em&gt; Dari sini bisa kita kesimpulan, bahwa di balik rasa lapar dan haus yang kita rasakan saat berpuasa, kita harus bisa menggali hikmah dan nikmat yang tersimpan, agar tidak termasuk pada golongan di atas.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibadah puasa menyimpan banyak hikmah yang bila kita gali, bukannya akan berkurang, tapi akan bertambah. Seperti air laut, semakin banyak kita minum semakin haus rasanya. Ramadhan ibarat cermin yang memantulkan apa yang ada di depannya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau kta menyambut dan menjalaninya dengan baik, maka ia akan baik pada kita. Tapi kalau kita memasang muka masam dan buruk rupa di hadapannya, ia akan menjelma seperti yang kita perbuat di hadapannya. Maka berhias manislah di hadapannya!&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Puasa mengajarkan kita kedisiplinan waktu. Disiplin untuk berbuka dan sahur (mewakili kebutuhan biologis kita), disiplin sholat Taraweh (mencerminkan aspek rohaniyah), dan disiplin bangun pagi (mewakili kebutuhan fisikologis).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita diajarkan untuk bisa memenej waktu sebaik dan seefisien mungkin, karena waktu adalah modal kita yang paling berharga. Waktu kita sadari atau tidak akan sangat cepat berlalu, dan adalah hal mustahil bagi kita untuk mengembalikannya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka siapa saja yang ingin hidupnya berarti, hargailah waktu. Bahkan Tuhanpun memberikan posisi yang mulia terhadap waktu. Banyak ayat yang menerangkan tentang urgensi waktu (lihat QS. 89:1-2, 92:1-2, 93:1-3).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Puasa mengajarkan kita arti sebuah kejujuran. Jujur pada Allah dan kepada diri kita sendiri. Karena keduanya adalh modal paling dasar dalam kehidupan. Bisa saja kita berkata “Saya puasa” di depan umum, kemudian di belakang kita makan dan minum sepuasnya. Ia mungkin bisa membohongi orang lain.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi apakah kita bisa membohongi Tuhan yang Maha Tahu dan diri kita sendiri? Bersikap jujur kepada Tuhan adalah pangkal dan modal untuk bersikap jujur pada orang lain. Kita seharusnya memahami makna dan arti sebuah kejujuran. Bukankah tidak ada yang tersembunyi dari kacamata Allah SWT? (baca QS. Al Nahl 19, al An’am 03).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Puasa mengajarkan kita meningkatkan rasa peduli dan solidaritas. Dengan puasa kita diajak untuk merasakanpula “belantara” kaum fakir dan misin yang terbiasa dengan rasa lapar, haus dan dahaga.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sehari makan, sehari tidak. Sense of crisis kita dipacu untuk tidak hanya berktat alam ranah “keprihatinan pikir” tapi juga merasakan langsung “keprihatinan praktis” nya. Puasa memberikan ruang bagi kita untuk merenung, berpikir, untuk kemudian merealisasikannya alam karya nyata. Bukankah setelah melalui masa kontemplatif sebulan itu kita diwajibkan berzakat? Itulah tindakan nyata!&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Puasa juga mengajarkan kita mensyukuri nikmat. Biasanya ketika kita berada dalam kesenangan, menikmati kehidupan yang mapan, kita terkadang lupa untuk bersyukur dan mengingat Tuhan. Tapi, justru kita akan merasakn nikmat dari kenikmatan yang diberikan pada kita, jika kita berada di luar “bingkai” kenikmatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila kita sakit, kita akan berpikir tentang nikmat sehat. Ketika kita melarat, maka akan teringat nikmatnya bahagia. Begitu pula ketika kita lapar, kita akan merasakan nikmatnya kenyang. Dan saat kita mengingat nikmat tersebut, kita dituntut untuk bersyukur. Allah berfirman: &lt;em&gt;“Jika kalian bersyukur, maka kami akan menambahnya. Dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzabku itu sangat pedih.”&lt;/em&gt; (QS. Ibrahim: 7)&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Puasa megajarkan kita untuk menahan nafsu. Menahan semua keinginan yang tidak sejalan dengan agama dan realita yang ada. Semua manusia tentu tidak lepas dari keinginan, hawa dan ambisi pribadi.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; Semua itu adalah fitrah. Tapi Rasulullah mengingatkan pada kita bahwa nafsu adalah medan peperangan yang besar yang harus kita hadapi. Dan puasa adalah benteng kokoh yang akan membantu kita menahan serangan-serangan nafsu. Siapakah kita berperang? Terutama berperang kepada kemiskinan dan ketidakberdayaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5986297369844184038?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5986297369844184038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5986297369844184038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5986297369844184038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-puasa-ramadhan.html' title='Belajar Dari Puasa Ramadhan'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4170666329052471414</id><published>2008-09-09T17:24:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T17:33:01.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>QS. Al-Baqarah : 216</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah...&lt;br /&gt;Tak selamanya hal yang kita benci tidak baik dan tak selamanya hal yang baik selalu baik. Sesungguhnya Allah Maha Pemilik Kebaikan yang Abadi. Dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui atas kehendak hati hambanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4170666329052471414?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4170666329052471414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/09/qs-al-baqarah-216.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4170666329052471414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4170666329052471414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/09/qs-al-baqarah-216.html' title='QS. Al-Baqarah : 216'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-1112346536270588030</id><published>2008-09-09T17:04:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T17:07:03.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Seorang Sahabat...</title><content type='html'>&lt;p&gt;“Alangkah susah mendapat kawan… bukan kenalan di zaman ini, berpuncak dari hati yang rusak, yang ada hanyalah di jalanan…”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kata-kata Al-Qamah kepada anaknya….&lt;br /&gt;Sifat-sifat seorang sahabat yang soleh ialah…&lt;br /&gt;* bila engkau berbakti padanya, dia akan melindungimu&lt;br /&gt;* bila engkau perlukan pertolongan, dia akan membantumu&lt;br /&gt;* bila engkau melakukan kebaikan, dia akan menerimanya dengan baik&lt;br /&gt;* bila dia melihat kelemahanmu, dia akan menutupnya&lt;br /&gt;* bila engkau meminta daripadanya, dia akan coba mengusahakannya&lt;br /&gt;* bila engkau berdiam diri ( malu untuk meminta ), dia akan bertanyakan kesusahanmu&lt;br /&gt;* bila datang suatu bencana menimpamu, dia akan meringankan kesusahanmu&lt;br /&gt;* jika engkau merancang sesuatu, dia akan membantumu&lt;br /&gt;* jika engkau berselisih faham, dia akan mudah mengalah demi menjaga kepentingan&lt;br /&gt;persahabatan……&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;” Sahabat sejati… memandang wajahnya teringat Allah, mendengar kata-katanya menambah&lt;br /&gt;Iman di jiwa, melihat wajahnya teringat Kematian…….”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Aku ingin sepertimu dalam ketenangan … menghadapi hidup ini……&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-1112346536270588030?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/1112346536270588030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/09/seorang-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1112346536270588030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1112346536270588030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/09/seorang-sahabat.html' title='Seorang Sahabat...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4347167352394886261</id><published>2008-06-20T22:15:00.000+07:00</published><updated>2008-06-20T22:17:18.553+07:00</updated><title type='text'>Selamat Berjuang Sahabatku...!</title><content type='html'>SAHABATKU…&lt;br /&gt;TERUSLAH BERJUANG DENGAN IKHLAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah memberikan sifat ikhlas, sabar, dan optimis kepada Da’i-Nya, sehingga dengan sifat inilah mereka mencapai ketinggian iman serta menyatukan diri dengan Islam dan terus melangkah menuju tujuannya.&lt;br /&gt;Sahabatku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah Tujuan Dakwah ini terjaga?&lt;br /&gt;Hati yang bersih akan melahirkan keihklasan. Satu upya batin yang hanya dengannya Allah akan menerima sebuah amalan. Hati yang bersihlah yang akan melahirkan pribadi-pribadi yang ikhlas. Pribadi yang hanya mengharapkan Ridha Allah sebagai imbalan atas ibadahnya.&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang memiliki militansi yang tinggi.&lt;br /&gt;Hidup adalah pilihan-pilihan. Dan pilihan melaksanakan amanah adalah konsekuensi sebagai Da’i. Oleh karenanya sandaran yang paling baik adalah Allah, teman yang paling baik adalah orang-orang yang sholeh. Maka kuatkan hubungan dengan Allah dan tingkatkan ukhuwah Islamiyah niscaya kita akan sukses melaksanakan amanah itu, sebesar apapun.&lt;br /&gt;Marilah kita melaksanakan amanah yang diberikan Allah kepada kita dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.&lt;br /&gt;Marilah kita melaksanakan yang diberikan PII kepada kita dengan penuh kesabaran dan lapang dada.&lt;br /&gt;Marilah kita melaksanakan amanah Ummat ini dengan keseriusan dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku yang disayangi Allah…&lt;br /&gt;Ketahuilah sesungguhnya banyak sekali lading-ladang dakwah yang membutuhkan peran, kontribusi dari sahabat-sahabat sekalian. Maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dengan optimal, jangan setengah-setengah dalam melangkah. Hadapilah segala sesuatu dengan kesabaran, keikhlasan, hindari berkeluh kesah dengan apa yang terjadi, karena pada hakikatnya itu adalah ujian yang Allah berikan kepada Da’i-Nya. Di sini sesungguhnya Allah akan melihat apakah kita Ikhlas atau tidak dalam menjalankan Amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabatku yang kucintai karena Allah…&lt;br /&gt;Berbahagilah selalu, karena Allah telah memilih kita untuk mengemban Amanah ini, menjadi pewaris Nabi, menjadi unsure Perubah di muka Bumi. Semoga kita akan selalu menjadi orang-orang yang beruntung dan hamba yang pandai bersyukur. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4347167352394886261?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4347167352394886261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/selamat-berjuang-sahabatku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4347167352394886261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4347167352394886261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/selamat-berjuang-sahabatku.html' title='Selamat Berjuang Sahabatku...!'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-62887570765412862</id><published>2008-06-18T20:04:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T20:06:12.016+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Pemimpin Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari Senin (16/6) ini masyarakat Sumatera Utara akan menyambut kedatangan Gubernur baru yang terpilih melalui Pilkada 2008. Ya, Syamsul Arifin yang telah berhasil memenangkan hati rakyat Sumut untuk memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai pengaemban amanat rakyat, Syamsul Arifin tentunya akan menghadapi tantangan yang sangat besar dan tidak mudah. Sekali lagi tidak mudah. Dalam rentang waktu lima tahun ke depan begitu banyak persoalan yang harus dihadapi mengingat kondisi Sumut yang harus bergegas bangkit dari keterpurukan. Sumut tidak saja harus bangkit sepadan dengan provinsi-provinsi yang ada di Sumatera atau di Indonesia, tetapi Sumut juga harus bangkit sepadan dengan kawasan regional lainnya seperti Singapura ataupun Penang, mengingat posisinya yang berdekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam waktu yang relatif singkat, (lima tahun) Syamsul Arifin harus mampu membuktikan kredibilitasnya sebagai pemimpin yang tangguh dan efektif, manakala secara 'dramatis' mampu mengalahkan lawan-lawannya dalam Pilkada yang lalu, sehingga dengan visi-misi yang sekilas tampak sederhana, namun memunculkan konsekuensi kebijakan yang sangat kompleks dan mungkin sulit untuk dicapai. Manifestasi 'rakyat jangan lapar, jangan bodoh, jangan sakit dan rakyat punya masa depan', adalah konsep pembangunan yang sangat ideal dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rakyat jangan lapar, harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan pengentasan kemiskinan, di mana berdasarkan program BLT tahun ini, jumlah rakyat miskin di Sumut semakin meningkat. Pada tahun 2004 saja penduduk miskin Sumatera Utara mencapai 1,80 juta dari sekitar 11 juta jiwa. Rakyat bukan sekadar bisa makan tiga kali sehari, tetapi gizinya juga harus cukup, sehingga konsekuensinya rakyat harus memiliki pekerjaan dan pendapatan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penyediaan lapangan kerja dan kebijakan bidang pertanian harus mampu diaplikasikan dan mampu menciptakan swasembada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rakyat jangan bodoh, menimbulkan konsekuensi peningkatan infrastruktur sekolah yang memadai manakala banyak sekolah yang tidak layak dijadikan tempat belajar. Pekerjaan ini semakin sulit mengingat pendidikan tidak saja persoalan infrastruktur, tetapi persoalan mutunya juga menjadi persoalan penting. Pelayanan terhadap kesejahteraan guru juga merupakan pekerjaan yang membutuhkan penanganan serius dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rakyat jangan sakit, memiliki makna yang sangat luas. Jaminan terhadap faktor kesehatan masyarakat umumnya telah dilakukan oleh kabupaten/kota dengan kebijakan berobat gratis, untuk itu peningkatan pelayanan kesehatan menjadi faktor lanjutan dengan mengoptimalkan peran Puskesmas dengan perangkat-perangkat yang lebih modern, sehingga pandangan bahwa Puskesmas merupakan alternatif terakhir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat marginal, pelan-pelan dapat dihapuskan. Memberdayakan Posyandu juga merupakan faktor penting, sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan sekaligus sebagai alat untuk mendeteksi penyakit-penyakit menular yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peletakan dasar kebijakan yang melayani kepentingan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian mandiri harus segera ditancapkan, di samping itu Syamsul Arifin harus bisa menjadi pemimpin yang efektif guna mengawal setiap tahapan menuju Sumatera Utara yang adil dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kinerja kepemimpinan Syamsul Arifin harus mencerminkan visi-misi yang pernah diucapkan kepada masyarakat dalam bentuk aksi dan solusi bagi banyak persoalan/agenda terutama kebijakan penanggulangan kemiskinan, mutu pendidikan yang tak boleh dikompromikan, investasi yang terbuka dan berkeadilan, pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, kebijakan-kebijakan populis dan positif yang pernah diimplementasikan oleh gubernur sebelumnya juga perlu untuk diteruskan seperti misalnya kebijakan good governance dan clean governance ala Rizal Nurdin (almarhum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setidaknya dalam satu tahun pertama kepemimpinan Syamsul Arifin, ada barometer yang jelas yang dapat diukur tentang kinerja Gubernur Sumatera Utara. Berawal dari agenda ini memang sebagai pemimpin, Syamsul Arifin harus senantiasa didukung dan dibantu, baik secara teknis maupun secara politis. Sumatera Utara sesungguhnya adalah hamparan provinsi di mana teritorialnya dikuasai oleh 'raja-raja' kecil dalam manifestasi bupati dan walikota. Akan sangat sulit mensinkronkan kesepahaman kebijakan dari seluruh bupati dan walikota, manakala semangat otonomi daerah semakin mengecilkan peran peran gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahkan, seorang Rizal Nurdin yang memiliki latar belakang militer dan berpengalaman teritorial, sangat sulit melakukan koordinasi antarkepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syamsul Arifin tentu pernah merasakan jadi bupati di mana tidak sedikit kebijakan gubernur pada masa lalu juga belum tentu sepaham dengannya ketika memimpin kabupaten Langkat. Namun begitu, dengan karakter Syamsul Arifin yang merakyat, bergaul, sahabat semua suku kita optimis beliau mampu melakukan komunikasi politik, sehingga hambatan struktural dalam birokrasi antara provinsi dengan kabupaten/kota dapat diatasi. Pola 'dua minggu di kantor, dua minggu di daerah' tampaknya konsep yang sangat ideal agar dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerjasama yang baik dengan pimpinan di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain itu, hambatan politis juga merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat, mengingat menangnya Syamsul Arifin hanya didukung partai-partai yang relatif kurang besar (PPP, PKS dan lain-lain), sehingga resistensi dari partai seperti Golkar, PDIP dan Demokrat misalnya, harus dapat diantisipasi sehingga menjadi bauran dinamika politik yang dinamis untuk membangun Sumatera Utara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-62887570765412862?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/62887570765412862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/selamat-datang-pemimpin-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/62887570765412862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/62887570765412862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/selamat-datang-pemimpin-baru.html' title='Selamat Datang Pemimpin Baru'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-7757549337257310129</id><published>2008-06-15T20:18:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T11:25:40.383+07:00</updated><title type='text'>Selamat Bertugas Abah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SFZ-GzvF_sI/AAAAAAAAAEw/5Gtofk65bqM/s1600-h/syamsul_6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SFZ-GzvF_sI/AAAAAAAAAEw/5Gtofk65bqM/s400/syamsul_6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212492274159976130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;SELAMAT BERTUGAS ABAH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tetap dalam lindungan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO BESARKAN SUMATERA UTARA!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-7757549337257310129?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/7757549337257310129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/selamat-bertugas-abah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7757549337257310129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7757549337257310129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/selamat-bertugas-abah.html' title='Selamat Bertugas Abah'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SFZ-GzvF_sI/AAAAAAAAAEw/5Gtofk65bqM/s72-c/syamsul_6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5336856550843750656</id><published>2008-06-06T17:51:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T17:59:09.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Luka Baru Datang... Luka Lama belum terobati...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Di tengah keresahan masyarakat dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), muncul suatu peristiwa yang mengakibatkan sejumlah kalangan menyerukan pembubaran kelompok Front Pembela Islam (FPI). Padahal, seruan pembubaran Ahmadiyah belum mendapat tanggapan pasti. Dari Ahmadiyah ke BBM ke FPI. Belum lagi soal bantuan langsung tunai (BLT) yang terselip di antara itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pemikiran menilai insiden Monas merupakan upaya pemerintah untuk mengalihkan perhatian publik dari BBM. Ada yang menilai isu Ahmadiyah sengaja dimunculkan di tengah suasana politik menjelang Pilpres 2009 mendatang, sebagai ujian bagi pemerintah apakah berhasil mengatasi isu itu atau tidak. Tapi ada juga yang menilai insiden Monas di-mastermind oleh sejumlah mantan jenderal dan mantan menteri sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintah, karena tentu akan dinilai tidak berhasil dalam menjaga stabilitas nasional. Semua sengaja terjadi melalui jalur-jalur terselubung dengan tujuan menjatuhkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden Monas memang heboh karena mendapat respons langsung dari Presiden. Presiden menggelar rapat khusus untuk membahas insiden itu. Tapi seperti biasa, hasil konkrit yang dapat dijadikan resolusi nyata dalam mengatasi masalah tidak menjanjikan. Presiden hanya memberikan pernyataan yang berbunyi keras. Presiden mendesak aparat kepolisian dan penegak hukum untuk bertindak segera dan menangkap pelaku. Sudah ada 5 tersangka, tapi satu pun belum diupayakan penangkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan beberapa bulan lalu ketika isu Ahmadiyah mulai muncul. Sampai sekarang tidak ada kejelasan yang pasti dan nyata. Bahkan, sudah muncul isu baru yang mengakibatkan korban sipil. Dari pada rapat khusus untuk membahas isu Ahmadiyah, Presiden lebih baik mengundang tokoh dan pimpinan media datang ke Istana. Dalam acara itu, Presiden berbicara satu jam untuk menjelaskan kenapa pemerintah memutuskan untuk menaikkan BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaligus dalam kesempatan itu, Presiden mengharapkan dari mereka untuk tidak terlalu memberitakan soal BBM secara agresif dan merugikan citra pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk isu Ahmadiyah, hampir tiga bulan sudah berlalu tanpa solusi yang jelas. Presiden pun tidak memperlihatkan sikap yang cukup membuat pubilk menilai bahwa isu Ahmadiyah memang menjadi prioritas. Presiden santai menghadapi isu Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep BLT pun muncul satu hari setelah BBM diumumkan, sebagai upaya untuk mereda suasana resah masyarakat. Padahal, aliran BLT pun tidak lancar. Tidak heran kalau putus ditengah jalan. Toh, perhatian masyarakat sekarang sudah dialihkan ke FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul atau tidaknya bisikan sejumlah kalangan bahwa ada mantan jenderal dan mantan menteri di belakang insiden FPI, tidak menjadi soal. Yang menjadi persoalan adalah Presiden, melalui para pembantunya, tidak berhasil mengatasi masalah imperative yang melibatkan ketenteraman ratusan juta umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mau tunggu sampai mendekati Pilpres supaya dinilai sebagai achievement agar dijadikan salah satu faktor sukses pemerintahan yang sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5336856550843750656?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5336856550843750656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/luka-baru-datang-luka-lama-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5336856550843750656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5336856550843750656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/luka-baru-datang-luka-lama-belum.html' title='Luka Baru Datang... Luka Lama belum terobati...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-6388745386570140170</id><published>2008-06-03T20:06:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:03:34.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Makna Tersirat</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Untuk sebuah harapan pada sedhaif insan, sediakanlah sedikitnya tiga kecewa terlatih untuk persiapan. Tapi bagi tiap-tiap permohonan pada yang MAHA, maka pastikanlah engkau menanti tanda-tanda kekuasaan-Nya. Kerasnya batu mungkin tanda kekokohannya. Tapi karena kerasnya juga, dengan satu bantingan sang batu terpecah. Memang tetap tidak bisa disangkal bahwa lemahnya daun kering membuat sang daun tak berpendirian. Arahnya tergantung semilir angin atau hempasan badai. Lalu mengapa tidak elastis saja? Yang mengerti kapan harus bertegak, berubah dan kembali ke bentuk semula. Tidak hancur hempas, tidak patah tertindih.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Kemarin telah berlalu, esok belum tiba dan bisa jadi tidak akan pernah tiba. Lakukan yang terbaik hari ini, saat ini…!!!&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Di sudut gelap kamarnya mungkin ada anak manusia menangis tak ada habisnya. Mungkin “CUMA” karena harapannya, kecewanya, marahnya atau keputus asaannya. Tapi juga ada manusia yang tak kalah muda usia masih sanggup bertegak di samping mayat Ayah Ibunya, di depan jasad saudara perempuannya yang ternoda, di atas tanah air dan harta bendanya yang terampas, di…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tidak ada tangis apalagi buruknya prasangka pada pencipta. Dia memilih memegang erat batu gaza untuk mengisi detik yang masih dimilikinya. Kita siapa…??? Tergantung bagaimana kita menyikapi segalanya. Tidak semua dan tidak banyak yang bisa sebaik dirimu. Tidak ada harapan dan permohonan yang lain pada Allah untukmu selain doaku : “&lt;i&gt;Semoga setelah awal yang baik yang berhasil engkau bangun, bisa engkau jalani dan akhiri dengan yang lebih baik…”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-6388745386570140170?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/6388745386570140170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/makna-tersirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6388745386570140170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/6388745386570140170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/06/makna-tersirat.html' title='Makna Tersirat'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4903174744380056197</id><published>2008-05-30T21:24:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:00:35.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Nasihat Wanita Buruk Rupa</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;SEORANG&lt;/b&gt; Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah warganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Tentu saja semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Siapa tidak senang diberi uang secara gratis tanpa persyaratan yang macam-macam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun, seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah buruk yang hadir terlihat diam, ia tidak bergerak untuk memunguti uang yang ditabur gubernur tersebut. Ia hanya memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya tetapi seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan keheranan gubernur tersebut bertanya kepada wanita tersebut, "Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wanita yang sudah tidak bersuami itu (janda) menjawab, "Tuanku, yang mereka cari itu uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Maksud engkau?" tanya sang gabernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu. "Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendengar jawaban tersebut, gabernur merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah rauh, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail jelas sudah mengintainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya sang gabernur jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas buruk rupa itu. Tentu saja, kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gabernur yang mempunyai kekuasaan dan harta menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang buruk itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk menjawab prasangka yang tidak baik tersebut, maka pada suatu kesempatan, gabernur mengundang mereka dalam sebuah pesta mewah. Begitu juga para warganya, termasuk wanita yang dicintainya tersebut. Kepada mereka diberikan gelas kristal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gabernur lalu memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang yang melaksanakan perintah itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentu saja semua terkejut, mereka jelas berpikiran hanya orang gila saja yang akan melemparkan gelas kristal yang bertahta permata tersebut. Selidik punya selidik, rupanya yang memecahkan gelas mahal itu adalah perempuan yang berwajah buruk tersebut. Di kakinya pecahan gelas berhamburan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gabernur lalu bertanya, "Mengapa kaubanting gelas itu?" Tanpa takut wanita itu menjawab, "Ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa tuan berkurag lantaran perintah tuan tidak dipatuhi." Gabernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu. Sebab lainnya?" tanya Gabernur. Wanita itu menjawab, "Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah tuan." Gubernur kian takjub. Demikian pula paran tamunya. "Masih ada sebab lain?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perempua itu mengangguk dan berkata, "Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah gubernurnya, yang bererti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka ketika kemudian gubernur yang kematian isteri itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira kerana gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah kisah yang penuh hikmah. Apalagi saat ini kita melihat, kekayaan dan rupa menjadi salah satu sebab orang menghargai seseorang. Sementara kemiskinan dan buruk rupa menyebabkan orang menjauh darinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal tidak demikian. Belum tentu kekayaan yang kita dapatkan dan rupa yang ada pada diri kita menyebabkan kita akan selamat dunia akhirat, karena bagaimanapun ini akan dipertanggungjawabkan. Sementara kemiskinan dan buruk rupa yang didapatkan seseorang bisa menjadi ladang amal bagi dirinya, jika ia sabar dan bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sinilah hikmah yang paling dalam terkandung dalam kisah ini, mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi mereka-mereka yang ingin mencari pasangan, jangan hanya memprioritaskan kepada kekayaan dan rupa semata, tetapi keimanan dan ketakwaan kepada Allah diabaikan. Karena kekayaan setiap saat bisa diambil Allah, rupa yang cantik dan elok juga bisa hilang seketika. Tetapi yakinlah, kalau keimanan dan ketakwaan menjadi kunci insya Allah, pintu dunia dan akhirat akan terbuka untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4903174744380056197?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4903174744380056197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/nasihat-wanita-buruk-rupa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4903174744380056197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4903174744380056197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/nasihat-wanita-buruk-rupa.html' title='Nasihat Wanita Buruk Rupa'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-7071548037788247106</id><published>2008-05-28T17:48:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:02:40.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Huh...</title><content type='html'>Hari-hari yang melelahkan&lt;br /&gt;Harus kerjai tugas hari ini...&lt;br /&gt;Harus ke lokasi penelitian esoknya...&lt;br /&gt;Terus nemui dosen jam segini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi janji sama si "dia"...&lt;br /&gt;Dan ketika Hp berdering..."Bang, besok pulang ya? Ada tugas baru!"&lt;br /&gt;Huh...&lt;br /&gt;Tapi, semuanya pasti dilalui...&lt;br /&gt;Semoga saja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-7071548037788247106?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/7071548037788247106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/huh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7071548037788247106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7071548037788247106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/huh.html' title='Huh...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4687632888625091021</id><published>2008-05-26T18:38:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:04:05.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Puisi Acak-acakan</title><content type='html'>&lt;div class="storycontent"&gt;          &lt;p&gt;Kurangkaikan puisi dengan indah tapi terasa kelu untuk kuucap&lt;br /&gt;Kutulis bait nada dengan penuh rasa tapi terasa berat untuk kunyanyikan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Engkaulah matahariku yang mampu menyinari duniaku yang gelap&lt;br /&gt;Engkaulah bintangku yang akan selalu bersinar digelapnya malam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kehadiranmu laksana embun yang menyejukkan kalbuku&lt;br /&gt;Kehadiranmu laksana hujan ditengah hatiku yang gersang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tutur katamu mampu meluluhkan kesombongan hatiku&lt;br /&gt;Tatapan matamu mampu menenangkan hatiku yang galau&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi kini kuisi hari-hariku tanpa canda tawamu lagi&lt;br /&gt;Tapi kini kuisi hari-hariku tanpa belaian lembutmu lagi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hari-hari terasa hampa tanpa dirimu lagi&lt;br /&gt;hari-hari terasa kelam tanpa senyummu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semua karenamu dan hanya tentangmu yang kini takkan lagi mengisi hariku…&lt;br /&gt;Meski berat akan kujalani hari-hari tanpa dirimu lagi…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Selamat Jalan kawanku...&lt;br /&gt;Semoga engkau bahagia di Sisi-Nya...&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4687632888625091021?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4687632888625091021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/puisi-acak-acakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4687632888625091021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4687632888625091021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/puisi-acak-acakan.html' title='Puisi Acak-acakan'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-8734827385388685861</id><published>2008-05-26T18:30:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:04:39.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Ditegur Tuhan...</title><content type='html'>&lt;div class="storycontent"&gt;          &lt;p&gt;Seminggu yang lalu aku ditegur Tuhan, ditanyanya aku kemana saja selama ini hingga tidak lagi mengindahkan panggilan-Nya, tidak lagi datang berkunjung kerumah-Nya walau hanya sekedar berbasa-basi untuk berbincang dengan-Nya..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kujawab aku sibuk dengan pekerjaannku, hingga terkadang cuek bebek saat Ia memanggil umat-Nya, jangankan datang berkunjung, makan dan istirahat saja akhir-akhir ini sudah tidak lagi teratur aku lakukan…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia hanya tersenyum simpul, dengan ‘tatapan-Nya’ yang dalam, seketika itu juga diberikannya aku sebuah teguran ‘kecil’ secara tiba-tiba motor yang ku kendarai hampir menabrak sebuah mobil mewah yang melaju tepat di depanku, kupikir daripada berurusan dengan pemilik mobil yang nilainya sudah pasti tidak dapat ku jangkau dengan uang yang tidak seberapa di kocekku, maka kuputuskan untuk membuang stir ke kanan..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akibatnya sudah dapat ditebak, aku terjatuh dengan menabrak sebatang pohon di depanku.  Aku masih bersyukur karena tangan dan kepalaku tidak  langsung ‘mencium’ aspal yang kerasnya memang tidak seempuk kasur dirumah…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku kini hanya bisa tertunduk saat menyadari teguran dari-Nya atau ini sebuah ‘kado’ yang cukup pahit. Ah…entahlah yang pasti aku kapok untuk berbuat macam-macam dengan seruan-Nya… &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-8734827385388685861?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/8734827385388685861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/ditegur-tuhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/8734827385388685861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/8734827385388685861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/ditegur-tuhan.html' title='Ditegur Tuhan...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-7375230290109325067</id><published>2008-05-21T16:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T11:25:40.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Hati'/><title type='text'>Pasal 31 UUD '45</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SDPsmAPM2aI/AAAAAAAAABM/ojX44hLznUs/s1600-h/tidur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SDPsmAPM2aI/AAAAAAAAABM/ojX44hLznUs/s400/tidur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202762132185995682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau yang di foto itu siapa yang memeliharanya ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-7375230290109325067?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/7375230290109325067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/pasal-31-uud-45.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7375230290109325067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/7375230290109325067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/pasal-31-uud-45.html' title='Pasal 31 UUD &apos;45'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SDPsmAPM2aI/AAAAAAAAABM/ojX44hLznUs/s72-c/tidur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-1071172974643701847</id><published>2008-05-19T16:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T11:25:41.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Hati'/><title type='text'>Nasib Si BBM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SDFK3QPM2ZI/AAAAAAAAABE/ngVOFEB4WJw/s1600-h/krisis_bbm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SDFK3QPM2ZI/AAAAAAAAABE/ngVOFEB4WJw/s400/krisis_bbm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202021357701618066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Benar-benar Mabok!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-1071172974643701847?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/1071172974643701847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/nasib-si-bbm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1071172974643701847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/1071172974643701847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/nasib-si-bbm.html' title='Nasib Si BBM'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SDFK3QPM2ZI/AAAAAAAAABE/ngVOFEB4WJw/s72-c/krisis_bbm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5976275710087125728</id><published>2008-05-12T21:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T11:25:41.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Hati'/><title type='text'>Gara-gara BBM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ini adalah foto ketika harga BBM belum dinaikkan...&lt;br /&gt;Masih terlihat ganteng dan sedikit segar...&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SChbKAPM2TI/AAAAAAAAAAU/VHn4BjEMpz8/s1600-h/lucu+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SChbKAPM2TI/AAAAAAAAAAU/VHn4BjEMpz8/s400/lucu+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199505997219813682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Namun... Gambar yang di bawah ini mengharapkan  kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM.&lt;br /&gt;Sekarang terlihat kurus dan tak beraturan...&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SChbvQPM2UI/AAAAAAAAAAc/JBK2eF3LX6g/s1600-h/lucu+4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SChbvQPM2UI/AAAAAAAAAAc/JBK2eF3LX6g/s400/lucu+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199506637169940802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum BBM naik...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Makan sekali sehari sekali saja sudah Alhamdulillah&lt;br /&gt;Kalau BBM jadi naik bisa gak makan nih...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Jangan korbankan rakyat lagi... Potong gaji pejabat untuk menanggulanginya!!!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5976275710087125728?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5976275710087125728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/gara-gara-bbm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5976275710087125728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5976275710087125728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/gara-gara-bbm.html' title='Gara-gara BBM'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zlcJewKAl4Q/SChbKAPM2TI/AAAAAAAAAAU/VHn4BjEMpz8/s72-c/lucu+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-5460202852198961614</id><published>2008-05-12T17:59:00.001+07:00</published><updated>2008-06-06T18:05:35.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan Hati'/><title type='text'>Loket Tiket</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin ketika hendak pergi ke Rantau Prapat saya memilih untuk menaiki kereta api yang bagi kantong "minimal" merupakan alat transportasi paling efisien jika kita pergi ke Rantau Prapat. Ada dua macam tiket yang bisa dipilih untuk menuju ke sana, kelas Bisnis dan kelas eksekutif dan tidak ada pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, satu hal yang selalu saya pikirkan adalah ternyata dunia ini diciptakan dengan fungsi sebagai loket. Kita tahu, di loket tiket tersedia tiket dengan berbagai macam jenis, yang kelas bisnis dan kelas eksekutif sampai kelas "kambing" pun ada. Mana yang kita pilih? Terserah kita mau pilih dan beli yang mana karena masing-masing tiket sudah jelas posisi dan keadaannya. Inilah kata kunci dari fungsi loket tiket. Tempat kita memilih dan membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, di loket tiketlah sesungguhnya nasib kita ditentukan. Sebanyak apapun uang yang kita bawa, jika sudah memilih dan membeli tiket lalu kita masuk ke kereta api, maka kita akan menduduki tempat sesuai dengan pilihan tiket yang kita beli, sehingga dengan uang kita yang banyak kita bisa menukar tiket seenak kita. Suka atau tidak, kita harus rela menerima konsekuensi dari sikap kita ketika masih di loket tiket. Di dalam kereta api sudah tidak ada lagi acara pilih memilih dan beli membeli tiket, karena memang bukan tempatnya. Cuma satu kata kunci dari fungsi kereta api yaitu tempat kita merasakan akibat dari tiket yang kita pilih dan beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sesungguhnya jawaban dari apapun fenomena yang terjadi di dunia. Apapun yang terjadi di sini, baik atau buruk atau campuran antara baik dan buruk, semuanya "boleh" dan "sah" terjadi selama di dunia. Di dunia, masih bisa terjadi istilah ganti pilihan tiket. Yang beli tiket kebaikan bisa menukar dengan tiket keburukan, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah sampai akhirat, tidak ada lagi pilihan-pilihan. Masing-masing kita akan menempati posisi sesuai dengan "tiket" yang kita beli dan pilih. Surga atau neraka! Tidak ada lagi pilihan, karena akhirat bukan loket seperti di dunia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-5460202852198961614?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/5460202852198961614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/loket-tiket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5460202852198961614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/5460202852198961614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/loket-tiket.html' title='Loket Tiket'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-4461969940402871962</id><published>2008-05-08T21:39:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:06:54.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>BBM NAIK? APA KATA DUNIA?</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;Naik-naik kepuncak gunung&lt;br /&gt;Tinggi-tinggi sekali... 2x&lt;br /&gt;Kiri-kanan kulihat saja&lt;br /&gt;Banyak rakyat sengsara... 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak hafal lagu Ke puncak Gunung&lt;br /&gt;Akan tetapi lirik lagu tersebut saya ganti seperti yang di atas mengingat saat ini sedang hangat-hangatnya akan naiknya harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan bait lagu di atas saya ketik dalam bentuk SMS dan saya kirimkan kepada nomor anggota DPR-RI yang kebetulan saya catat di handphone. Ada sekitar 15 nomor yang saya kirim. Ternyata hanya ada 1 orang saja yang meresponnya. Tidak tahu apakah yang lain tidak peduli dengan isi SMS atau tidak peduli dengan rakyat kecil seperti saya ini. Adalah Kanda Prof. Dr. Riyaas Rasyid yang merespon SMS saya. Beliau adalah Menteri Otonomi Daerah era Gusdur-Mega dan saat ini menjadi anggota legislatif fraksi Demokrasi Kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab :"Lebih dari itu, rakyat sudah menangis".&lt;br /&gt;Saya tertarik untuk berdiskusi lebih jauh dengan beliau. Inilah salah satu kelebihan beliau yang mau melayani walau hanya dengan SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya :"Apa solusinya bang?" (begitu sapaan saya kepada beliau karena beliau merupakan alumni organisasi yang saya ikuti saat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban beliau :"Tidak ada cara lain selain menjauhkan diri sistem kapitalis. Terbukti dengan banyaknya pengebor minyak asing di negeri ini tidak banyak memberi manfaat yang berarti justru minyak kita mereka simpan di negara mereka. Kemudian, pemanfaatan potensi dalam negeri. Cadangan minyak kita sangat banyak, kalau ini benar-benar diberdayakan kita bisa menyaingi negara-negara Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita masih minim SDM? Jawaban beliau :"Peran asing sangat dominan dalam membodohi rakyat Indonesia karena kalau orang Indonesia pintar pasti sudah menguasai negeri ini dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mohon maaf adinda, saya sedang tugas, Insya Allah kita sambung lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah... padahal saya ingin lebih banyak lagi mengorek informasi tapi terbatas oleh waktu. Benar-benar pengalaman berharga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-4461969940402871962?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/4461969940402871962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/bbm-naik-apa-kata-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4461969940402871962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/4461969940402871962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/bbm-naik-apa-kata-dunia.html' title='BBM NAIK? APA KATA DUNIA?'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2467444821746175169.post-2377061012975853381</id><published>2008-05-08T19:57:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T18:06:13.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Aku Mulai Hari ini...</title><content type='html'>Mengapa aku tak menyadari selama ini...&lt;br /&gt;Ternyata aku mempunyai kebiasaan untuk mencorat-coret di sebuah buku...&lt;br /&gt;Kebiasaan untuk menulis kata-kata demi kata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya...&lt;br /&gt;Aku harus mempunyai wadah yang bisa menaunginya...&lt;br /&gt;Sehingga terpilihlah sebuah blog ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sohib...&lt;br /&gt;Aku mulai hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, 07 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2467444821746175169-2377061012975853381?l=azzamtoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzamtoe.blogspot.com/feeds/2377061012975853381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/aku-mulai-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2377061012975853381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2467444821746175169/posts/default/2377061012975853381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzamtoe.blogspot.com/2008/05/aku-mulai-hari-ini.html' title='Aku Mulai Hari ini...'/><author><name>Fahmi Azzam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03159388402323793009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_zlcJewKAl4Q/SCqKjwPM2YI/AAAAAAAAAA8/iX-hjjCphgY/S220/gua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
